Kasus Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Periksa 12 Saksi dan Telusuri Rekaman CCTV

Korban Disebut Sempat Menegur Pelaku Vandalisme

Seorang warga bernama Warta mengatakan, korban dikenal aktif menjaga kawasan waduk dari aksi perusakan maupun vandalisme.

“Kabarnya dia melarang orang yang mau corat-coret. Memang itu tugas dia menjaga area waduk. Aksi corat-coret terjadi malam Rabu, lalu selang satu hari diduga kelompok itu datang lagi,” kata Warta, Sabtu (25/7/2026), dikutip dari Kompas.com.

Meski demikian, informasi mengenai dugaan korban sempat menegur pelaku vandalisme masih didalami oleh penyidik dan belum dipastikan memiliki keterkaitan dengan kematian Sumarna.

Baca Juga :  Motor Yamaha R15 Terbakar di Pasar Minggu Usai Hindari Mobil yang Rem Mendadak, Pengendara Terluka

Sementara itu, paman korban, Ocid, menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam peristiwa tersebut dan meminta kepolisian mengusut kasus itu hingga tuntas.

“Saya dapat info pas mau Jumat, bahwa korban terborgol di air. Karena korban meninggal di air dan ada hal yang janggal, posisinya tangan terborgol ke belakang. Tolong usut tuntas sesuai jalur hukum,” terang Ocid.

Menurut Ocid, pihak keluarga telah memberikan persetujuan kepada kepolisian untuk melakukan autopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Baca Juga :  Dishub Tertibkan Parkir Liar di Blok M Square, Pengelola Diminta Pasang Spanduk Larangan

“Saya selaku paman korban, tadi sudah menghubungi kakak korban dan adik korban, kemudian istri korban sudah menyetujui proses autopsi. Agar bisa diketahui penyebab kematiannya, karena sampai saat ini kami tidak mengetahui apa penyebabnya,” pungkasnya.

Hingga kini, kepolisian masih terus melakukan pendalaman terhadap seluruh alat bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap secara utuh penyebab kematian Sumarna.

Pos terkait