ompolnas Ungkap Dugaan 3 Polisi Dibunuh Jaringan Narkoba di Katingan, Korban Alami Retak Tengkorak dan Pendarahan Dalam

KATINGAN – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengungkap temuan baru dalam penyelidikan tewasnya tiga personel Polres Katingan saat melakukan penggerebekan terhadap bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Kamis (2/7/2026).

Temuan tersebut diperoleh dari hasil otopsi, pemeriksaan fisik terhadap jenazah korban, serta peninjauan langsung di lokasi kejadian. Kompolnas juga mengaitkan hasil pemeriksaan medis dengan keterangan personel yang selamat dan kondisi di lapangan.

Kompolnas Soroti Karakter Luka Korban

Komisioner Kompolnas, Mochammad Choirul Anam, mengatakan karakter luka yang ditemukan pada tubuh para korban memperkuat dugaan bahwa ketiga anggota polisi tersebut mengalami penyiksaan sebelum meninggal dunia.

Baca Juga :  50 Personel Gabungan Cari 2 Polisi Hilang Usai Gerebek Bandar Sabu di Katingan, 1 Anggota Gugur

“Karakter luka menunjukkan luka itu terjadi sebelum mereka meninggal,” kata Anam di Mapolda Kalimantan Tengah, Palangka Raya, dikutip dari Kompas.com, Selasa (7/7/2026).

Menurut Anam, tim investigasi menemukan berbagai luka pada tubuh korban, mulai dari bekas benturan benda tumpul, retak pada tulang tengkorak, hingga pendarahan di bagian dalam tubuh.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi tersebut mengindikasikan bahwa para korban masih dalam keadaan hidup ketika mengalami tindakan kekerasan yang diduga dilakukan secara berulang.

Baca Juga :  Kades Buncitan Sidoarjo Ditemukan Tewas di Kantor Desa, Polisi Temukan Dugaan Jeratan Selang

Anam juga mengungkapkan dugaan penyiksaan tidak terjadi di satu lokasi saja. Tim investigasi telah memeriksa lima titik tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyusun rangkaian peristiwa secara menyeluruh.

“Penyiksaannya di TKP, TKP-nya ada lima. Kami sudah cek semua,” jelas Anam.

Meski demikian, ia menegaskan seluruh temuan tersebut masih akan didalami bersama penyidik sebelum menjadi kesimpulan akhir.

Pos terkait