Trump Kehilangan Dukungan Sekutu Politik di Eropa, Hubungan dengan Aliansi Konservatif Memanas

ROMA – Hubungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan sejumlah sekutu politiknya di Eropa dilaporkan mulai mengalami keretakan serius.

Trump yang sebelumnya dianggap sebagai figur inspirasi bagi kelompok konservatif dan nasionalis di Eropa, kini justru mulai ditinggalkan oleh sejumlah politisi yang dulu pernah mendukungnya secara terbuka.

Pada awal 2025, sejumlah tokoh sayap kanan Eropa sempat berkumpul di Madrid dalam pertemuan bertajuk “Make Europe Great Again”. Dalam forum tersebut, kemenangan Trump kala itu dijadikan simbol kebangkitan gerakan konservatif global.

Baca Juga :  Eks Dubes Israel Sebut Serangan terhadap Biarawati di Yerusalem Timur sebagai “Terorisme Yahudi”

Dikutip dari The Wall Street Journal, Selasa (23/6/2026), tokoh seperti Marine Le Pen, Matteo Salvini, dan Viktor Orban bahkan memposisikan diri sebagai penghubung utama antara Eropa dan Gedung Putih.

“Kita, warga negara Eropa, adalah satu-satunya yang dapat berbicara dengan pemerintahan Trump yang baru,” kata Le Pen saat itu.

Namun dalam beberapa bulan terakhir, situasi tersebut berubah drastis. Trump kini justru dipandang sebagai beban politik di sebagian kalangan Eropa, termasuk oleh sekutu ideologisnya sendiri.

Baca Juga :  Jutaan Jemaah Haji Mulai Laksanakan Ritual Lempar Jumrah di Mina

Hubungan Trump–Meloni Memanas

Perubahan paling mencolok terlihat dari memburuknya hubungan Trump dengan Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu sekutu terdekatnya di Eropa.

Meloni bahkan menjadi satu-satunya pemimpin Eropa yang hadir dalam pelantikan Trump pada 2025, serta berupaya menjaga hubungan trans-Atlantik di tengah berbagai kebijakan Trump yang kerap menuai kritik di Eropa, termasuk soal tarif perdagangan hingga isu Greenland.

Pos terkait