Meski sempat saling memuji, hubungan keduanya memanas setelah Trump menyebut Meloni meminta kesempatan berfoto dengannya dalam KTT G7 di Prancis.
Meloni langsung membantah keras pernyataan tersebut melalui pesan video.
“Saya dan Italia tidak pernah memohon,” tegas Meloni.
Perseteruan ini dinilai menjadi simbol perubahan lanskap politik Eropa, di mana kedekatan dengan Trump kini tidak lagi selalu menguntungkan secara elektoral.
Dukungan Trump di Eropa Menurun
Laporan juga menyebut popularitas Trump di Eropa terus menurun tajam. Bahkan di kalangan pemilih sayap kanan, tingkat penerimaan terhadap Trump disebut berada di bawah ekspektasi.
Di Inggris, dukungan politisi anti-imigrasi Nigel Farage terhadap Trump disebut menjadi salah satu faktor penolakan terhadap partainya, Reform UK. Sekitar 37 persen responden survei menyebut kedekatan Farage dengan Trump sebagai alasan utama tidak mendukung partai tersebut.
Di Prancis, Marine Le Pen juga mulai mengambil jarak setelah opini publik di negaranya berbalik menentang Trump.
Sementara di Hongaria, dukungan Trump tidak mampu membantu Viktor Orban mempertahankan kekuasaan, meski Wakil Presiden AS JD Vance sempat datang untuk memberikan dukungan kampanye.
Perang Iran Perlebar Jurang AS–Eropa
Ketegangan semakin meningkat setelah perang antara Amerika Serikat dan Iran memicu gangguan pada pasar energi global.
Italia menjadi salah satu negara Eropa yang paling terdampak karena ketergantungannya pada impor gas.
Meski secara ideologis sejalan dengan Trump dalam isu imigrasi dan penolakan terhadap budaya “woke”, Meloni menolak keterlibatan dalam perang terhadap Iran. Ia menilai konflik tersebut justru dapat memperburuk stabilitas Timur Tengah.





