Trump Kehilangan Dukungan Sekutu Politik di Eropa, Hubungan dengan Aliansi Konservatif Memanas

Menurut analis politik Universitas LUISS Guido Carli di Roma, Lorenzo Castellani, perbedaan kepentingan nasional menjadi faktor utama yang menjauhkan para politisi Eropa dari Trump.

“Bagi partai-partai ini, selalu sulit untuk membela kepentingan AS di atas kepentingan negara mereka sendiri,” ujarnya.

“Semua orang menjauh dari Trump, baik karena apa yang dia katakan maupun karena perang Iran,” tambahnya.

Baca Juga :  Asal-usul Kata Kudeta, Serapan Bahasa Prancis yang Pernah Dipopulerkan Tan Malaka di Indonesia

Sekutu Lama Mulai Berbalik Arah

Di Inggris, Nigel Farage mulai meredam kedekatannya dengan Trump di tengah kontroversi kebijakan perang AS.

Di Jerman, partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) yang sebelumnya dianggap dekat dengan Trump juga mulai mengambil jarak. Pejabat AfD Tino Chrupalla bahkan melontarkan kritik keras.

“Donald Trump memulai sebagai presiden perdamaian. Pada akhirnya, Donald Trump akan berakhir sebagai presiden perang,” katanya.

Baca Juga :  Trump Rencanakan Penjualan 40.000 Bom ke Israel Senilai Rp 49,5 Triliun

Trump sendiri beberapa kali menyatakan kekecewaannya terhadap Eropa, karena merasa sekutu tradisional Washington tidak lagi memberikan dukungan penuh.

Ia bahkan kembali membuka kemungkinan menarik Amerika Serikat keluar dari NATO, yang selama puluhan tahun menjadi fondasi utama keamanan Barat.

Pos terkait