Prabowo Bertemu Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Hari Ini, Bahas Kerja Sama hingga Isu Global

JAKARTA. – Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (15/6/2026).

Kunjungan tersebut dikonfirmasi oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Yvonne Mewengkang.

Menurut Yvonne, kunjungan ini menjadi lawatan pertama Presiden Steinmeier ke Indonesia sejak Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Presiden Republik Federal Jerman, Y.M. Dr. Frank-Walter Steinmeier, akan melaksanakan Kunjungan Kenegaraan ke Indonesia pada 15 Juni 2026,” ujar Yvonne kepada Kompas.com, Minggu (14/6/2026) malam.

“Ini akan menjadi kunjungan pertama Presiden Steinmeier pada masa Presiden Prabowo,” lanjutnya.

Baca Juga :  PSS Sleman Tak Gentar Hadapi Garudayaksa FC Milik Prabowo di Final Championship 2025/2026

Yvonne menjelaskan, pertemuan kedua kepala negara akan difokuskan pada penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor serta pembahasan sejumlah isu yang menjadi perhatian bersama.

Bahas Kerja Sama Indonesia dan Jerman

Berdasarkan keterangan yang dimuat dalam laman resmi kepresidenan Jerman, Prabowo akan menyambut Steinmeier melalui upacara kenegaraan di Istana.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara akan menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama di sejumlah bidang strategis, mulai dari ekonomi, energi, iklim, perekrutan tenaga kerja terampil, hingga kebudayaan.

“Pada saat yang sama, mereka akan menggarisbawahi sikap bersama mereka terhadap demokrasi, tatanan berbasis aturan, dan keterlibatan multilateral yang kuat di Indo-Pasifik,” tulis laman resmi kepresidenan Jerman.

Baca Juga :  Purbaya Yudhi Sadewa Bantah Rumor Mundur dari Menkeu, Istana Tegaskan Tidak Ada Reshuffle Kabinet

Selain agenda kenegaraan di Istana, Presiden Steinmeier juga dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal.

Dari masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut, Steinmeier akan melanjutkan kunjungan melalui Terowongan Silaturahim menuju Gereja Katedral yang berada tepat di seberang kawasan Istiqlal.

Pemerintah Jerman menilai agenda tersebut menjadi simbol penting toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

“Pertemuan ini akan menunjukkan pentingnya toleransi beragama di Indonesia,” tulis keterangan tersebut.

Pos terkait