JAKARTA – Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, memastikan langkah ke babak 16 besar Indonesia Open 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan pada pertandingan pembuka yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Putri KW tampil dominan saat menghadapi wakil Taiwan, Sung Shuo Yun. Ia menuntaskan pertandingan dalam dua gim langsung dengan skor 21-13 dan 21-14.
Pada babak 16 besar, Putri akan menghadapi unggulan asal Kanada, Michelle Li. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi Putri untuk membalas kekalahan yang dialaminya saat berhadapan dengan Michelle Li pada ajang Uber Cup sebelumnya.
“Ada waktu istirahat satu hari. Itu jadi persiapan saya untuk lusa lawan Michelle Li. Kebetulan terakhir bertemu dia di Uber Cup dan saya kalah rubber game. Saya ingin tunjukkan kalau saya bisa kalahkan dia lagi,” ujar Putri.
Fokus Persiapan Mental dan Konsentrasi
Menghadapi pertandingan berikutnya, Putri mengaku akan memaksimalkan persiapan, terutama dari sisi mental dan fokus bermain.
“Pastinya saya mempersiapkan mental, pikiran, dan fokus. Sebisa mungkin saya akan habis-habisan. Ya, mau balas dendam,” katanya.
Meski bertekad meraih kemenangan, Putri memilih untuk tidak terlalu memikirkan hasil akhir. Ia menegaskan fokus utamanya adalah menjalani pertandingan dengan permainan terbaik.
“Inginnya tentu dua gim langsung, tapi itu persoalan nanti. Yang penting fokus dulu,” ujarnya.
Putri KW Sebut Strategi Berjalan Sesuai Rencana
Terkait kemenangan atas Sung Shuo Yun, Putri menilai hasil positif tersebut bukan karena lawannya mengalami penurunan performa. Menurutnya, kemenangan diraih karena strategi yang diterapkannya berjalan sesuai rencana.
“Enggak sih, memang Sung Shuo Yun mainnya seperti itu. Terakhir juga ketemu dia di Indonesia Open dan tidak banyak perubahan. Jadi tadi memang bisa dibilang saya bermain dengan teknik yang saya inginkan dan sudah membaca kekurangan lawan,” ungkapnya.
Kemenangan tersebut menjadi modal berharga bagi Putri Kusuma Wardani untuk menghadapi tantangan yang lebih berat di babak 16 besar. Dukungan publik Istora diharapkan mampu menjadi tambahan motivasi bagi wakil Indonesia itu untuk melangkah lebih jauh di Indonesia Open 2026.





