Jakarta — Seperti bagian tubuh lainnya, penis juga mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Perubahan tersebut dapat memengaruhi tampilan fisik maupun fungsi seksual pria.
Mengutip WebMD, sebagian besar perubahan pada penis dipengaruhi oleh kadar testosteron dalam tubuh. Saat pubertas, hormon testosteron memicu pertumbuhan seluruh bagian penis.
Kadar testosteron umumnya mencapai puncak pada usia 20-an sebelum perlahan menurun memasuki akhir usia 20-an hingga 40-an. Setelah usia 40 tahun, tubuh juga mulai memproduksi lebih banyak sex hormone-binding globulin (SHBG), protein yang dapat menurunkan jumlah testosteron aktif dalam tubuh. Kondisi inilah yang membuat perubahan pada penis mulai lebih terlihat.
Berikut tujuh tanda penis yang mengalami penuaan, dirangkum dari berbagai sumber.
1. Ukuran Penis Menyusut
Mengutip Healthline, ukuran penis dapat mengalami penyusutan sebagai bagian normal dari proses penuaan.
Kondisi ini biasanya disertai berkurangnya elastisitas kulit tubuh. Akibatnya, penis bisa tampak lebih kendur dan keriput seiring bertambahnya usia.
2. Sulit Mempertahankan Ereksi
Fungsi seksual pria juga berubah seiring pertambahan usia, terutama dalam hal frekuensi dan kemampuan mempertahankan ereksi.
Kemampuan mempertahankan ereksi cenderung menurun dan lebih umum terjadi pada kelompok lanjut usia (lansia).
3. Sensitivitas Berkurang
Penis dapat menjadi kurang sensitif seiring bertambahnya usia. Kondisi ini membuat pria membutuhkan lebih banyak rangsangan dan waktu untuk mencapai ereksi.
4. Rambut Kemaluan Mulai Beruban
Rambut di area kemaluan juga mengalami perubahan warna seiring usia.
Menurut WebMD, folikel rambut memiliki sel pigmen yang menghasilkan melanin, zat yang memberi warna pada rambut. Seiring bertambah usia, produksi melanin melambat sehingga rambut kemaluan mulai memutih atau beruban.
5. Penis Menjadi Melengkung
Cedera ringan pada penis, baik akibat aktivitas seksual maupun kecelakaan, dapat membentuk jaringan parut.
Saat usia bertambah, jaringan parut tersebut dapat menumpuk dan membuat penis melengkung ketika ereksi. Kondisi ini dikenal sebagai Peyronie’s disease atau Peyronie.
Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat menyebabkan hubungan seksual terasa tidak nyaman. Penanganannya bisa dilakukan melalui terapi suntikan hingga operasi sesuai tingkat keparahan.
6. Warna Penis Berubah
Bertambahnya usia juga dapat menyebabkan penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah yang memengaruhi aliran darah.
Padahal, aliran darah berperan memberi warna merah muda pada kepala penis. Saat aliran darah menurun, warna kepala penis bisa tampak lebih pucat.
Namun, jika perubahan warna disertai benjolan atau luka, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan.
7. Rambut Kemaluan Menipis
Ketebalan rambut di area kemaluan berbeda pada setiap orang. Namun, rambut di sekitar penis umumnya bisa semakin menipis seiring bertambah usia.
Kondisi ini sebenarnya normal dan tidak selalu membutuhkan penanganan. Meski begitu, sebagian orang memilih metode transplantasi rambut demi alasan kenyamanan atau estetika.
Menjaga pola hidup sehat tetap penting untuk membantu mempertahankan kesehatan penis dan fungsi seksual seiring pertambahan usia.





