TRENGGALEK – Sebanyak 69 warga mengalami keluhan kesehatan setelah menghadiri hajatan aqiqah di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Hingga Kamis (8/10/2026), puluhan warga tersebut telah mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek kini menelusuri kemungkinan penyebab kejadian tersebut, salah satunya dengan mengambil sampel air dari dua sumur di rumah penyelenggara hajatan untuk diperiksa di laboratorium.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, Andiek Muarifin, menjelaskan bahwa petugas mengambil sampel dari dua sumber air yang digunakan keluarga pemilik rumah. Kedua sumur tersebut memiliki fungsi berbeda.
Salah satu sumber air digunakan untuk mencuci peralatan masak, mencuci pakaian, memasak, hingga memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari. Sementara itu, sumber air lainnya digunakan untuk menyiram tanaman dan bibit tanaman di rumah.
“Sampel air ini nanti kami akan periksa di laboratorium,” kata Andiek melalui rilis pesan singkat, Kamis (8/10/2026).
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk membantu menelusuri kemungkinan sumber keluhan kesehatan yang dialami warga. Namun, hingga kini Dinas Kesehatan belum memastikan penyebab kejadian tersebut.
Sebaran 69 Warga Sakit Usai Hajatan di Trenggalek
Sebelumnya, belasan warga dilaporkan mengalami diare, nyeri perut, muntah, dan demam setelah menghadiri hajatan aqiqah di rumah salah satu warga Desa Kedunglurah pada Selasa (6/10/2026) malam.
Menurut Andiek, laporan awal diterima Dinas Kesehatan dari Puskesmas Pule pada Rabu (7/10/2026) sore. Saat itu, seorang pasien datang berobat setelah menghadiri hajatan kerabatnya di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan.
“Rabu 7 Oktober sore, Dinas Kesehatan mendapatkan laporan dari Puskesmas Pule bahwa ada pasien yang sebelumnya datang ke acara hajatan kerabatnya di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, datang ke Puskesmas Pule,” kata dia.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Kesehatan menelusuri warga lain yang mengalami keluhan serupa di sejumlah fasilitas kesehatan. Hasil penelusuran menunjukkan, pasien dengan gejala serupa juga mendapatkan perawatan di Puskesmas Pogalan, Puskesmas Suruh, dan fasilitas kesehatan lainnya.
Hingga Kamis (8/10/2026), total 69 warga tercatat telah mendapatkan penanganan kesehatan. Berikut rinciannya:





