Viral Anjing Diduga Rabies Serang Tiga Anak di Buleleng, Satu Korban Jalani Enam Jahitan

Tiga Anak Menjadi Korban Gigitan

Lurah Banyuasri, Nyoman Merta Sweca, membenarkan bahwa total terdapat tiga anak yang menjadi korban gigitan anjing liar tersebut. Ketiganya diserang dalam rentang waktu yang hampir bersamaan di lokasi berbeda.

Korban pertama adalah Achmad Yasin Alfiansyah (6), warga Jalan Jalak Putih III. Ia digigit saat bermain di depan warung ubi bakar milik orang tuanya di Jalan A. Yani, sebelah barat Jembatan Banyuasri.

Setelah itu, anjing tersebut berlari ke Jalan Jalak Putih dan menyerang Adam Malik Aljabbar (7) yang sedang bermain di depan rumahnya.

“Saat itu, korban tengah bermain di depan rumahnya, namun tiba-tiba digigit anjing liar,” jelas Sweca.

Anjing tersebut kemudian kembali menyerang korban ketiga, yakni Yuna Alfathunissa (7), yang saat itu sedang bermain bersama temannya.

“Korban terakhir ini yang rekaman CCTV-nya viral di media sosial,” tambahnya.

Baca Juga :  Bos Hanania Travel Diperiksa Polda Metro Jaya usai Dilaporkan Calon Jemaah Umrah

Sweca menduga anjing tersebut merupakan anjing buangan dari luar Kelurahan Banyuasri atau berasal dari kawasan Pasar Banyuasri, yang kerap menjadi lokasi pembuangan hewan peliharaan.

Setelah sempat diburu warga bersama para pemuda setempat, anjing itu akhirnya ditemukan dan dieliminasi oleh Babinsa bersama warga di wilayah Banjar Tegal pada Sabtu (27/6/2026).

Diduga Rabies, tetapi Tidak Bisa Dipastikan Lewat Uji Laboratorium

Secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, membenarkan adanya laporan gigitan anjing di Lingkungan Jalak Putih.

Namun, pihaknya tidak dapat memastikan apakah anjing tersebut positif rabies karena sampel otak tidak sempat diambil untuk pemeriksaan laboratorium.

“Kalau anjing yang diduga rabies itu mati atau dieliminasi, sebenarnya ada waktu sekitar dua jam untuk mengambil sampel otaknya. Karena kejadiannya sudah lewat, sampel itu sudah tidak bisa diambil,” terang Melandrat.

Baca Juga :  Angin Puting Beliung Terjang OKU Selatan, 4 Sekolah Rusak dan Pohon Tumbang di Sejumlah Titik

Meski demikian, berdasarkan rekaman CCTV, perilaku anjing tersebut dinilai menunjukkan indikasi kuat mengarah pada rabies karena menyerang manusia secara tiba-tiba tanpa adanya provokasi.

“Kalau melihat rekaman CCTV, memang tidak ada yang memicu. Anak-anak juga tidak mengganggu anjing itu. Datang langsung menggigit. Indikasinya memang seperti itu (rabies), tetapi untuk memastikan rabies atau tidak, kami tidak bisa menyimpulkan karena sampelnya tidak bisa diperiksa,” pungkasnya.

Melandrat menambahkan, lingkungan tempat kejadian mayoritas dihuni warga Muslim yang umumnya tidak memelihara anjing. Karena itu, besar kemungkinan hewan tersebut merupakan anjing liar yang masuk ke kawasan permukiman.

Sebagai langkah pencegahan, DPKPP Buleleng akan memprioritaskan Lingkungan Jalak Putih untuk pelaksanaan vaksinasi rabies darurat guna memutus potensi penularan pada hewan penular rabies (HPR) lainnya di sekitar lokasi.

Pos terkait