Saham BBCA Anjlok 5,15 Persen ke Level Terendah Lima Tahun, Tekanan Jual Meningkat

JAKARTA – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA ditutup melemah 5,15 persen ke level Rp5.525 pada akhir perdagangan Rabu (3/6/2026). Posisi tersebut menjadi level terendah saham BBCA dalam lima tahun terakhir.

Tekanan jual yang tinggi menjadi salah satu faktor yang membebani pergerakan saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut sepanjang perdagangan.

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 353,33 juta saham BBCA berpindah tangan dengan frekuensi transaksi mencapai 87.295 kali. Adapun nilai transaksi saham BBCA tercatat sebesar Rp1,99 triliun.

Baca Juga :  Stok Beras Nasional 4,6 Juta Ton, Mentan Sebut Aman hingga 11 Bulan ke Depan

Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BBCA mencatat nilai net sell sebesar Rp531,8 miliar. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara saham-saham lain yang mengalami aksi jual bersih pada perdagangan hari itu.

Pelemahan ini terjadi setelah saham BBCA sempat menguat 2,19 persen pada perdagangan 2 Juni 2026. Namun, pergerakan positif tersebut tidak berlanjut dan berbalik menjadi tekanan jual pada sesi berikutnya.

Di tengah koreksi harga, valuasi saham BBCA dinilai semakin menarik. Mengacu pada data Stockbit Sekuritas, rasio price to book value (PBV) BBCA berada di level 2,63 kali. Angka tersebut berada di bawah level minus dua standar deviasi PBV BBCA dalam tiga tahun terakhir yang tercatat sebesar 2,95 kali.

Baca Juga :  BPKN Ingatkan Maskapai Tak Berlebihan Naikkan Harga Tiket Imbas Avtur Mahal

Sementara itu, rasio price earning ratio (PER) BBCA berada di level 11,73 kali berdasarkan trailing twelve months (TTM). Posisi ini juga berada di bawah level minus dua standar deviasi PER BBCA dalam tiga tahun terakhir yang tercatat sebesar 13,8 kali.

Pos terkait