Ia menjelaskan bahwa pada masa lampau, warna ungu merupakan salah satu warna yang paling sulit dan mahal untuk diproduksi. Karena itu, warna tersebut banyak digunakan oleh kalangan bangsawan dan keluarga kerajaan.
Seiring waktu, warna ungu kemudian identik dengan kemuliaan, kebijaksanaan, prestise, serta kewibawaan. Makna tersebut masih bertahan hingga saat ini dalam berbagai budaya dan tradisi pemberian hadiah.
Kerap Diberikan kepada Tokoh yang Dihormati
Menurut Jessica, dibandingkan beberapa jenis bunga lainnya, anggrek bulan ungu memiliki kesan yang lebih formal dan berkelas.
Jika mawar lebih sering diasosiasikan dengan cinta dan romansa, sementara bunga matahari melambangkan semangat serta kebahagiaan, anggrek bulan ungu lebih banyak digunakan untuk menyampaikan rasa hormat, penghargaan, dan kekaguman.
Karena itu, bunga ini kerap dipilih untuk diberikan kepada tokoh publik, pemimpin, mentor, maupun sosok yang dianggap berjasa.
“Dalam konteks pemberian kepada tokoh publik atau pemimpin, anggrek bulan ungu terasa sangat relevan karena mampu menyampaikan penghormatan secara elegan, berkelas, dan tulus tanpa terkesan berlebihan,” jelasnya.
Selain memiliki makna simbolis yang kuat, anggrek juga dikenal sebagai bunga yang eksklusif dengan masa mekar yang relatif panjang dibandingkan banyak jenis bunga lainnya.
Karakteristik tersebut membuat anggrek sering dipilih untuk menandai momen penting, merayakan pencapaian, maupun sebagai bentuk penghargaan kepada seseorang.
Simbol Hubungan Baik dan Apresiasi
Jessica menilai kombinasi antara anggrek bulan dan warna ungu menghasilkan simbol yang kuat mengenai penghormatan serta hubungan yang baik.





