Hilang Kontak dan Dicari Keluarga
Keluarga mulai merasa ada yang tidak beres setelah korban tidak dapat dihubungi sejak Sabtu (20/6/2026) siang.
Berbagai upaya pencarian dilakukan, termasuk melacak nomor telepon dan lokasi korban menggunakan aplikasi pencari lokasi.
“Keluarga sempat melakukan pencarian, lewat pelacakan nomor, aplikasi pelacakan dan lainnya. Keluarga sudah berusaha namun tetap tidak bisa menemukan,” ujar Risang.
Keluarga sempat berencana membuat laporan orang hilang ke polisi pada Selasa (23/6/2026). Namun langkah itu ditunda karena masih berharap korban segera ditemukan.
Harapan tersebut pupus setelah keluarga menerima informasi mengenai keberadaan mobil dinas korban di kawasan Bandara Juanda pada Rabu (24/6/2026).
Keluarga Temukan Kejanggalan di Lokasi
Setibanya di lokasi, keluarga menemukan sejumlah kondisi yang dianggap janggal.
Menurut Risang, mobil dinas berpelat nomor M 1090 GP yang digunakan korban ditemukan dalam keadaan terkunci dari luar.
“Mobilnya dikunci dari luar. Kursi RY dirobohkan namun kakinya tertekuk,” kata Risang.
Kondisi tersebut menimbulkan dugaan dari pihak keluarga bahwa ada kemungkinan pihak lain yang membawa korban ke lokasi parkir bandara.
Sebelumnya, jasad RY ditemukan setelah seorang pengemudi ojek online mencium bau menyengat dari dalam kendaraan yang terparkir di area Bandara Juanda. Saat diperiksa, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian RY.
Sejumlah keterangan saksi, rekaman komunikasi terakhir korban, serta kondisi kendaraan yang ditemukan di lokasi menjadi bagian dari proses penyelidikan yang tengah berlangsung.
Kasus ini terus menjadi perhatian karena adanya sejumlah kejanggalan yang diungkap keluarga, sementara penyebab kematian korban masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.





