Keluarga Sebut Kasus dr Icha Bukan yang Pertama, Klaim Ada 7 Dugaan Intimidasi oleh Oknum Anggota DPRD TTU

Paman almarhumah, Victor Manbait, mengatakan penanganan medis terhadap pasien telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan arahan dokter spesialis anak.

Namun, situasi memanas ketika keluarga pasien meminta pemberian vaksin tertentu yang menurut pertimbangan medis belum direkomendasikan dan tidak tersedia di rumah sakit.

Victor menyebut dua pria yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU kemudian mendatangi ruang pelayanan dan memprotes penanganan medis dengan nada tinggi. Salah seorang di antaranya disebut sempat menunjuk wajah dr Icha saat meminta penjelasan.

Baca Juga :  Danrem 042/Gapu Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila: Tegaskan Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa

Menurut Victor, kejadian tersebut meninggalkan tekanan psikologis yang mendalam bagi dr Icha.

“Dokter Icha mengaku masih ketakutan dan mengalami tekanan psikologis akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas,” kata Victor.

DPRD TTU Membantah Tuduhan Intimidasi

Dua anggota DPRD TTU yang disebut dalam peristiwa tersebut, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani, membantah telah melakukan intimidasi terhadap dr Icha maupun tenaga kesehatan lainnya.

“Kami tidak pernah berniat mengintimidasi tenaga medis. Informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi,” kata Therensius.

Baca Juga :  Keluarga Ungkap dr Icha Tinggalkan Surat Sebelum Meninggal, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian

Ia mengakui nada bicaranya sempat meninggi karena situasi saat itu berlangsung dalam kondisi panik. Namun, ia menegaskan tidak memiliki maksud untuk mengintimidasi dokter maupun tenaga kesehatan.

Sementara itu, Norbertus Tubani mengatakan dirinya bersama Therensius hanya meminta penjelasan mengenai kondisi pasien.

Menurutnya, setelah memperoleh penjelasan dari dokter, keduanya menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada Direktur RS Leona, dokter, dan tenaga kesehatan yang bertugas.

Pos terkait