Dugaan Endapan Rawa Purba
Selain anomali bawah permukaan, hasil penelitian juga mengarah pada dugaan adanya endapan rawa purba di bawah lokasi rumah.
Endapan hasil aktivitas Gunung Merapi yang membentuk cekungan tanah diduga berpotensi menjadi tempat akumulasi gas.
Tim peneliti berencana melanjutkan analisis menggunakan data kecepatan gelombang radar untuk memastikan karakter retakan yang ditemukan.
Saptono Budi Samudro menjelaskan bahwa retakan tanah dapat menjadi masalah serius jika terdapat kandungan gas di dalamnya.
Ia juga menambahkan perlunya pemodelan lebih lanjut untuk mengetahui apakah gas berasal dari bawah tanah atau berpindah secara horizontal dari lokasi lain, sebagaimana dugaan penelitian sebelumnya.
Hasil kajian dari berbagai lembaga nantinya akan digabungkan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kondisi geologi di bawah rumah tersebut.
Dampak ke Warga
Fenomena ini tidak hanya menjadi perhatian ilmiah, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan keluarga pemilik rumah.
Keluarga Agusyani harus terus memantau kondisi rumah karena khawatir muncul titik api baru.
Selain itu, usaha pemotongan ayam yang dijalankan keluarga ikut terdampak akibat kondisi tersebut.
Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp 50 juta hingga Rp 60 juta, mencakup kerusakan bangunan, perabot rumah tangga, serta gangguan aktivitas ekonomi.
Salah satu penghuni rumah, H. Mutfiana, mengatakan keluarga mengalami tekanan berat selama peristiwa berlangsung.
“Kami jelas mengalami kelelahan fisik maupun psikis. Belum dengan kerugian finansial yang diderita akibat aktivitas ekonomi yang terganggu,” ujarnya.





