Kasus Api Misterius di Sleman, Tim UGM Temukan Dugaan Anomali Bawah Tanah dan Endapan Rawa Purba

Dugaan Endapan Rawa Purba

Selain anomali bawah permukaan, hasil penelitian juga mengarah pada dugaan adanya endapan rawa purba di bawah lokasi rumah.

Endapan hasil aktivitas Gunung Merapi yang membentuk cekungan tanah diduga berpotensi menjadi tempat akumulasi gas.

Tim peneliti berencana melanjutkan analisis menggunakan data kecepatan gelombang radar untuk memastikan karakter retakan yang ditemukan.

Saptono Budi Samudro menjelaskan bahwa retakan tanah dapat menjadi masalah serius jika terdapat kandungan gas di dalamnya.

Ia juga menambahkan perlunya pemodelan lebih lanjut untuk mengetahui apakah gas berasal dari bawah tanah atau berpindah secara horizontal dari lokasi lain, sebagaimana dugaan penelitian sebelumnya.

Baca Juga :  Detik-detik Kebakaran 10 Rumah di Sorong, Ibu Selamatkan Tiga Balita Saat Api Melalap Permukiman

Hasil kajian dari berbagai lembaga nantinya akan digabungkan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kondisi geologi di bawah rumah tersebut.

Dampak ke Warga

Fenomena ini tidak hanya menjadi perhatian ilmiah, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan keluarga pemilik rumah.

Keluarga Agusyani harus terus memantau kondisi rumah karena khawatir muncul titik api baru.

Baca Juga :  Warga Usulkan Jalur Pendakian Gunung Merapi Dibuka, Setiap 3 Pendaki Wajib Didampingi Guide

Selain itu, usaha pemotongan ayam yang dijalankan keluarga ikut terdampak akibat kondisi tersebut.

Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp 50 juta hingga Rp 60 juta, mencakup kerusakan bangunan, perabot rumah tangga, serta gangguan aktivitas ekonomi.

Salah satu penghuni rumah, H. Mutfiana, mengatakan keluarga mengalami tekanan berat selama peristiwa berlangsung.

“Kami jelas mengalami kelelahan fisik maupun psikis. Belum dengan kerugian finansial yang diderita akibat aktivitas ekonomi yang terganggu,” ujarnya.

Pos terkait