Kedalaman Skuad Perancis Jadi Ancaman
Potter menilai kekuatan Perancis tidak hanya terletak pada kualitas pemain inti, tetapi juga kedalaman skuad yang dimiliki.
Di lini depan, Les Bleus diperkuat empat pemain andalan, yakni Kylian Mbappe, Michael Olise, Ousmane Dembele, dan Desire Doue.
Selain itu, Didier Deschamps masih memiliki opsi pemain seperti Rayan Cherki dan Bradley Barcola yang siap memberikan perbedaan dari bangku cadangan.
“Anda hanya perlu menyebutkan pemain yang mereka miliki sebagai starter atau pemain pengganti. Itu adalah level yang berbeda bagi sebagian besar tim,” kata Potter kepada Kompas.com.
Graham Potter Tetap Percaya Swedia Bisa Memberi Kejutan
Meski mengakui keunggulan kualitas Perancis, Potter menegaskan sepak bola selalu menyimpan peluang bagi tim mana pun untuk menciptakan kejutan, terutama dalam pertandingan sistem gugur.
“Tetapi dalam sepak bola, terutama dalam pertandingan tunggal, apa pun bisa terjadi. Anda harus memiliki keyakinan,” ujar Potter.
Pelatih yang pernah menangani klub Swedia, Ostersunds, itu menilai satu pertandingan memiliki dinamika yang berbeda dibandingkan duel dalam kompetisi liga.
“Anda harus tahu bahwa Anda bisa kalah dari tim mana pun jika Anda tidak dalam kondisi prima. Anda harus memiliki keyakinan bahwa Anda bisa menang pada hari itu.”
“Kami tidak bermain melawan Prancis selama 10 pertandingan, 20 pertandingan, atau 30 pertandingan. Ini hanya satu pertandingan. Ini adalah pertandingan sistem gugur,” tambahnya.
Swedia Optimistis Hadirkan Kejutan
Potter juga menilai Piala Dunia 2026 telah menghadirkan banyak hasil di luar dugaan.
Ia mencontohkan keberhasilan tim debutan Cape Verde yang lolos ke babak 32 besar, serta Paraguay yang secara mengejutkan menyingkirkan Jerman melalui adu penalti untuk melaju ke babak 16 besar.
Menurut Potter, hasil-hasil tersebut menjadi bukti bahwa setiap tim masih memiliki peluang selama mampu tampil maksimal.
“Kami memiliki banyak hal untuk diraih, banyak hal untuk dimenangkan. Dan seperti yang saya katakan, kami melihatnya sebagai sebuah peluang.”
“Kami melihatnya sebagai sesuatu yang sangat menarik dan kami sangat menantikannya,” tutup Potter.





