Perenang Polandia Bartlomiej Kubkowski Ukir Rekor Dunia, Seberangi Laut Baltik 160 Km dalam 55 Jam

WARSAWA – Perenang asal Polandia, Bartlomiej Kubkowski, mencatatkan prestasi bersejarah dengan menjadi orang pertama yang berhasil berenang menyeberangi Laut Baltik dari Swedia menuju Polandia. Ia menyelesaikan tantangan sejauh 160 kilometer dalam waktu 55 jam.

Kubkowski memulai aksinya dari Swedia pada Jumat (31/7/2026) dan tiba di pantai Polandia pada Minggu (3/8/2026) malam. Kedatangannya disambut oleh kerumunan pendukung yang telah menunggu di garis finis.

Agar pencapaiannya diakui secara resmi, Kubkowski harus keluar dari air dengan kekuatannya sendiri tanpa menerima bantuan dari perahu pendamping selama proses penyeberangan, sebagaimana dikutip dari Euronews.

Baca Juga :  Gelombang Panas Ekstrem di Eropa Tewaskan Lebih dari 1.300 Orang, WHO Sebut Benua Biru Memanas Dua Kali Lebih Cepat

Setelah lebih dari dua hari berada di dalam air tanpa tidur dan istirahat yang memadai, Kubkowski mengaku kelelahan luar biasa membuatnya sulit mencerna keberhasilan yang baru saja diraihnya.

Selain harus menempuh jarak sejauh 160 kilometer, tantangan terbesar yang dihadapinya adalah penurunan kondisi fisik dan mental secara signifikan.

Selama puluhan jam berenang, ia sempat kehilangan konsentrasi hingga mengalami penurunan kesadaran.

Di sepanjang perjalanan, tim pendamping terus memantau navigasi, keselamatan, serta memastikan kebutuhan nutrisi dan cairan tubuhnya tetap terpenuhi.

Empat Kali Mencoba Sebelum Mencetak Rekor

Keberhasilan menaklukkan Laut Baltik menjadi hasil dari persiapan panjang yang dilakukan Kubkowski selama beberapa tahun.

Baca Juga :  Irak vs Bolivia di Playoff Antarkonfederasi: Perebutan Tiket Terakhir Piala Dunia 2026

Ia pertama kali mencoba rute tersebut pada 2022, namun harus menghentikan usahanya setelah mencapai jarak 115 kilometer.

Kubkowski kembali mencoba pada 2025 dan hampir berhasil menyelesaikan tantangan tersebut setelah berenang sejauh 159 kilometer selama 53 jam. Namun, ia terpaksa berhenti akibat kelelahan ekstrem saat hanya berjarak sekitar 15 kilometer dari daratan Polandia.

Empat kali percobaan yang dilakukannya menjadi bahan evaluasi, mulai dari peningkatan ketahanan fisik, penguatan mental, hingga penyempurnaan strategi nutrisi.

Pos terkait