Area Pencarian Dipersempit
Selama operasi berlangsung, tim SAR telah menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi jalur pendakian kedua korban, mulai dari kawasan hutan Sebrani, jalur Gunung Bismo via Deroduwur, jalur Silandak, jalur Sikunang, hingga melakukan pengecekan manifes di sejumlah basecamp pendakian.
Petugas juga sempat menemukan botol minuman dan sepasang sandal di area pencarian. Namun setelah dikonfirmasi kepada keluarga, barang-barang tersebut dipastikan bukan milik kedua korban.
Karena belum ada perkembangan berarti, strategi pencarian kini diubah dengan memfokuskan penyisiran pada dua area yang dinilai memiliki potensi lebih besar.
“Kita persempit lagi, kita pertebal lagi di area-area yang memang menjadi prioritas,” kata Dani.
Medan Terjal Jadi Kendala
Dani menjelaskan, minimnya jejak yang ditinggalkan korban menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian.
Selain itu, kondisi lereng barat Gunung Bismo yang terjal dan dipenuhi jurang juga menyulitkan proses penyisiran.
“Kami kesulitan dalam mencari jejak, karena barang bawaan survivor ini sedikit,” tuturnya.
Setiap hari, operasi pencarian dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 21.00 WIB.
Basarnas menegaskan pencarian pada malam hari tidak dilakukan secara maksimal demi menjaga keselamatan personel mengingat medan yang berat serta keterbatasan jarak pandang.
Hingga berita ini ditulis, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap Apin dan Idin dengan harapan keduanya dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.





