Benarkah Token Listrik Lebih Boros dari Pascabayar? PLN Ungkap Penyebab Listrik Cepat Habis

Penyebab Token Listrik Terasa Cepat Habis

Dana menjelaskan, apabila pelanggan merasa token listrik lebih cepat habis, penyebabnya umumnya berasal dari pola konsumsi listrik di rumah, bukan karena sistem prabayar lebih boros.

“Karena itu, apabila pelanggan merasa token listrik lebih cepat habis, umumnya hal tersebut berkaitan dengan pola konsumsi listrik, bukan karena sistem prabayar lebih boros,” katanya.

Beberapa perangkat elektronik yang memiliki konsumsi daya cukup besar antara lain:

  • AC
  • Pompa air
  • Rice cooker
  • Dispenser
  • Kulkas
  • Setrika
  • Mesin cuci
  • Perangkat elektronik yang menyala terus-menerus
Baca Juga :  BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia Hari Ini

Penggunaan perangkat-perangkat tersebut secara intensif dapat meningkatkan konsumsi listrik harian sehingga token terasa lebih cepat berkurang.

Menurut Dana, sistem prabayar justru memudahkan pelanggan memantau penggunaan listrik karena sisa kWh dapat langsung terlihat pada meter listrik setiap saat.

Sebaliknya, pada sistem pascabayar, pelanggan baru mengetahui total konsumsi listrik setelah tagihan bulanan diterbitkan.

“Kami mengimbau pelanggan untuk rutin mengecek pemakaian listrik, menggunakan peralatan elektronik secara bijak, dan memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik,” ujarnya.

Baca Juga :  iPhone 17e Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp13,4 Juta dan Usung Chip A19

Ia juga mengingatkan pelanggan untuk segera melapor apabila menemukan penggunaan listrik yang dianggap tidak wajar.

“Apabila pelanggan merasa pemakaian tidak wajar, silakan melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123 agar dapat dilakukan pengecekan lebih lanjut,” tambahnya.

Dengan demikian, besar kecilnya konsumsi listrik ditentukan oleh jumlah kWh yang digunakan, golongan tarif, serta pola pemakaian pelanggan, bukan oleh sistem prabayar maupun pascabayar.

Pos terkait