TANJAB BARAT – Progres pelaksanaan proyek Multi Years Contract (MYC) ruas Jalan SP Betara (Pematang Lumut)–Batas Kota Kuala Tungkal menjadi sorotan. Memasuki sekitar delapan bulan masa pelaksanaan, pekerjaan di lapangan dinilai belum menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun, progres fisik proyek tersebut terkesan lamban dibandingkan dengan waktu pelaksanaan yang telah berjalan. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran bahwa pekerjaan berpotensi tidak selesai sesuai target yang ditetapkan dalam kontrak.
Ironisnya, proyek tersebut dikerjakan oleh PT Bangka Cakra Karya, perusahaan yang disebut-sebut memiliki pengalaman di bidang konstruksi. Namun, di lapangan metode kerja dan progres pekerjaan dinilai belum mencerminkan kapasitas perusahaan tersebut.
Informasi yang diperoleh juga menyebutkan bahwa konsultan supervisi telah beberapa kali menyampaikan surat kepada pelaksana proyek agar melakukan percepatan pekerjaan. Meski demikian, hingga kini percepatan yang diharapkan disebut belum terlihat secara signifikan.
Sejumlah warga di sekitar lokasi proyek turut mengeluhkan aktivitas pekerjaan yang lebih banyak dilakukan pada malam hari, khususnya pada divisi pekerjaan lapis aspal. Warga juga mengaku jarang melihat keberadaan tim supervisi saat pekerjaan malam berlangsung, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan terhadap kualitas pekerjaan.
PT Bangka Cakra Karya diketahui merupakan perusahaan yang berkantor di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan memiliki perwakilan di Palembang, Sumatera Selatan.
Hingga berita ini ditulis, tim awak media masih berupaya menghimpun informasi lebih lanjut dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait lainnya terkait lambannya progres pekerjaan maupun langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mengejar target penyelesaian proyek. (*)
Proyek MYC SP Betara–Kuala Tungkal Dinilai Lamban, Target Penyelesaian Dipertanyakan





