Keluarga Soroti Kejanggalan Kematian ASN Bangkalan, Korban Sempat Video Call Sebelum Ditemukan Tewas di Juanda

BANGKALAN – Kematian RY (50), seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, masih menyisakan tanda tanya. Sebelum ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas yang terparkir di kawasan Bandara Juanda, Sidoarjo, korban diketahui masih berkomunikasi aktif dengan keluarga dan rekan kerjanya.

Kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan tidak ada tanda-tanda mencurigakan dalam aktivitas korban sebelum menghilang. Bahkan, RY masih menjalani rutinitas seperti biasa dan sempat melakukan video call dengan keluarga.

Masih Masuk Kantor dan Beraktivitas Normal

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, Ahmad Roniyun Hamid, mengatakan RY terakhir kali terlihat masuk kerja pada Kamis (18/6/2026).

Baca Juga :  Nenek di Wonosobo Ditagih Utang Rp 2,5 Miliar yang Tak Pernah Diajukan, Mengaku Hidup dalam Ketakutan

“Kata teman-teman di kantor, hari Kamis masih masuk,” ujar Roniyun, Kamis (25/6/2026).

Namun setelah itu, korban tidak lagi masuk kantor hingga Rabu (24/6/2026) tanpa memberikan keterangan.

“Tidak ada izin, saya kira tidak masuk karena sakit,” tambahnya.

Menurut Risang, sehari sebelumnya korban juga masih menghadiri acara pisah sambut Dandim 0829 Bangkalan di Pendopo Agung Bupati Bangkalan.

“Kamis berangkat kerja, normal saja enggak ada kecurigaan apa-apa,” kata Risang.

Sempat Kirim Lokasi dari Pujon

Keluarga tidak langsung curiga ketika korban tidak pulang pada Kamis malam karena RY masih aktif berkomunikasi.

Pada Kamis malam, korban bahkan mengirimkan lokasi terkini kepada keluarganya yang menunjukkan dirinya berada di sebuah toko buah di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Ladang Ganja 2 Hektare di Aceh Utara, Sekitar 3.000 Batang Dimusnahkan

Komunikasi berlanjut pada Jumat (19/6/2026). Korban diketahui masih melakukan video call dengan keluarganya.

“Jumat juga masih video call. Malamnya juga video call dengan adiknya karena saat itu adiknya tanya soal baju pada RY,” ujar Risang.

Dari video call tersebut, keluarga melihat korban berada di dalam mobil. Hingga komunikasi terakhir itu, korban tidak pernah mengeluhkan adanya ancaman, masalah pribadi, maupun merasa dibuntuti seseorang.

“Tidak ada cerita apa-apa ke keluarga,” katanya.

Selain itu, korban juga masih sempat mengirim pesan kepada suaminya pada Sabtu pagi.

Pos terkait