Jepang Peringatkan Potensi Banjir di Kyushu Utara akibat Hujan Lebat dan Ancaman Topan

JEPANG – Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperingatkan potensi banjir dan luapan sungai di wilayah utara Pulau Kyushu akibat hujan lebat yang diperkirakan terjadi pada Rabu (24/6/2026).

JMA menyebut kondisi cuaca ekstrem tersebut berisiko menimbulkan bencana, terutama di daerah dataran rendah yang rentan terdampak genangan maupun luapan aliran sungai.

Dikutip dari Kyodo News, pita hujan linier diperkirakan terbentuk di sejumlah wilayah, termasuk Prefektur Fukuoka, Saga, Nagasaki, dan Kumamoto, mulai pagi hingga menjelang siang hari.

Menurut JMA, wilayah-wilayah tersebut memiliki potensi lebih tinggi mengalami bencana hidrometeorologi akibat intensitas hujan yang meningkat.

Baca Juga :  Gempa M 8,2 Guncang Mindanao Filipina, BMKG Indonesia Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

Pita hujan linier atau linear rainband merupakan kumpulan awan hujan lebat yang terbentuk secara berurutan di area yang sama dalam waktu tertentu, sehingga dapat memicu curah hujan ekstrem di satu lokasi.

Curah Hujan Diperkirakan Capai 200 Milimeter

JMA memperkirakan curah hujan di wilayah utara Kyushu dapat mencapai 200 milimeter dalam periode 24 jam hingga Kamis (25/6/2026) pukul 06.00 waktu setempat.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh front hujan musiman yang bertemu dengan sistem tekanan rendah sehingga memicu hujan deras di sejumlah wilayah Jepang.

Baca Juga :  Dampak Perang AS-Iran: Jutaan Warga Kehilangan Pekerjaan, Ekonomi Kian Terpuruk

Sementara itu, Pulau Shikoku diperkirakan menerima curah hujan hingga 250 milimeter dalam periode yang sama.

JMA juga mengingatkan bahwa daerah yang mengalami pembentukan pita hujan linier berpotensi menerima curah hujan lebih tinggi dibandingkan proyeksi awal.

Dua Topan Terbentuk di Selatan Jepang

Selain ancaman hujan lebat, Jepang juga memantau perkembangan dua topan yang terbentuk di wilayah selatan negara tersebut.

Pos terkait