Trump Siap Cairkan Aset Iran yang Dibekukan, Sebut Dana Itu Bukan Milik Amerika Serikat

WASHINGTON DC – Amerika Serikat (AS) bersama Qatar tengah menyiapkan mekanisme yang memungkinkan Iran kembali mengakses asetnya yang selama ini dibekukan akibat sanksi internasional.

Rencana tersebut mencakup pemberian akses kepada Iran terhadap dana sekitar 6 miliar dolar AS atau setara Rp106 triliun yang saat ini tersimpan di Qatar.

Dana tersebut direncanakan digunakan untuk kebutuhan kemanusiaan, termasuk pembelian makanan, obat-obatan, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya melalui mekanisme yang melibatkan bank sentral Iran.

Langkah itu menjadi salah satu insentif ekonomi dalam kesepakatan antara AS dan Iran yang bertujuan mengakhiri konflik di antara kedua negara.

Baca Juga :  Ledakan Gas di Tambang Batu Bara China Tewaskan 8 Orang, 38 Masih Terjebak

Aset Iran yang Dibekukan Jadi Fokus Negosiasi

Dikutip dari Wall Street Journal, Jumat (19/6/2026), dana tersebut merupakan bagian dari aset Iran yang dibekukan di sejumlah negara akibat sanksi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Iran diperkirakan memiliki sekitar 100 miliar dolar AS atau setara Rp1.781 triliun dalam bentuk dana yang masih terkunci di luar negeri. Sebagian besar aset itu berasal dari hasil penjualan minyak yang tidak dapat dimanfaatkan karena pembatasan sanksi.

Mekanisme yang tengah dibahas bersama Qatar disebut berpotensi menjadi model untuk membuka akses terhadap aset Iran lainnya yang berada di berbagai negara.

Baca Juga :  Lebih dari 1.000 Sanksi AS Tak Mampu Lumpuhkan Iran, Teheran Tetap Raup Miliaran Dolar dari Minyak

Sejumlah pihak menilai langkah tersebut dapat menjadi awal pelepasan bertahap dana Iran senilai sekitar 24 miliar dolar AS atau setara Rp427 triliun yang selama ini ingin segera diakses oleh Teheran.

Meski demikian, Iran masih harus menyetujui mekanisme yang disusun oleh AS dan Qatar. Rencana tersebut juga menjadi salah satu opsi yang diperkirakan akan dibahas dalam dua bulan mendatang dalam rangkaian negosiasi nuklir antara kedua negara.

Pos terkait