Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 4 Persen Usai AS dan Iran Capai Kesepakatan Damai

Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam pada Senin (15/6/2026) setelah muncul kabar bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran menyatakan telah mencapai kesepakatan awal yang mencakup penghentian perang serta pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Kabar tersebut pertama kali diumumkan oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang berperan sebagai mediator dalam proses perdamaian kedua negara.

Melalui akun media sosial X, Sharif menyampaikan bahwa perjanjian damai akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat (19/6/2026).

Harga Minyak Brent dan WTI Turun Lebih dari 4 Persen

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah langsung merespons positif perkembangan tersebut dengan mencatat penurunan signifikan.

Baca Juga :  Isu Ancaman Ebola di Piala Dunia 2026, Laporan Ungkap Dugaan Strategi “Cuci Tangan” Pemerintahan Donald Trump

Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun sebesar 3,58 dollar AS atau 4,10 persen menjadi 83,75 dollar AS per barel pada pukul 00.04 waktu setempat.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat berada di level 80,87 dollar AS per barel setelah terkoreksi 4,01 dollar AS atau 4,72 persen.

Sebelumnya, kedua kontrak minyak tersebut juga telah melemah lebih dari 3 persen pada perdagangan Jumat lalu.

Trump menyatakan bahwa apabila Selat Hormuz kembali dibuka, maka tidak akan ada biaya tol yang dikenakan bagi kapal yang melintas.

Baca Juga :  Rupiah Menguat Hampir 1 Persen dalam Sepekan, Didorong Arus Modal Asing dan Sentimen Suku Bunga BI

“Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, bersamaan dengan itu, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir,” kata Trump melalui media sosial Truth Social miliknya pada Minggu (14/6/2026).

Berdasarkan rancangan kesepakatan yang telah disusun, Selat Hormuz akan dibuka kembali dalam waktu 30 hari dengan pengaturan operasional berada di bawah otoritas Iran.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan bahwa pembahasan kesepakatan yang lebih luas akan dilanjutkan selama masa gencatan senjata yang berlangsung 60 hari.

Pos terkait