Refleksi Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi Cipayung Jambi Soroti Korupsi Pendidikan dan Layanan Kesehatan

Jambi – Aliansi Cipayung Provinsi Jambi yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia menggelar refleksi kebangsaan dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional dan Reformasi 1998 di Monumen Lapangan Garuda, Kota Jambi, Kamis malam 21 Mei 2026.

Kegiatan berlangsung melalui mimbar bebas, dialog kebangsaan, aksi lilin serta penyampaian pernyataan sikap terkait sejumlah persoalan daerah dan nasional.
‎Dalam forum tersebut, Aliansi Cipayung Jambi menyoroti dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) SMK di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi yang saat ini tengah bergulir di persidangan.

Aliansi menilai kasus tersebut mencederai semangat pembangunan pendidikan karena anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi peningkatan kualitas pendidikan justru diduga menjadi ruang praktik korupsi.
‎Mereka juga menyinggung munculnya nama Gubernur Jambi dalam fakta persidangan terkait dugaan aliran fee proyek dan permintaan sejumlah dana.

Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Jambi, Ludwig Syarif Sitohang, mendesak Gubernur Jambi Al Haris untuk memberikan klarifikasi secara terbuka kepada masyarakat.

‎”Karena itu, kami meminta Gubernur Jambi untuk menyampaikan klarifikasi secara terbuka kepada masyarakat terkait isu yang berkembang dalam persidangan kasus DAK SMK tersebut. Ini penting demi menjaga marwah pemerintahan dan kepercayaan publik terhadap institusi daerah,” ujar Ludwig.

Menurutnya, pejabat publik memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk menjawab setiap persoalan yang telah menjadi perhatian masyarakat luas agar tidak menimbulkan spekulasi di ruang publik.

Selain persoalan dugaan korupsi pendidikan, Aliansi Cipayung Jambi juga menyoroti minimnya perhatian terhadap tenaga pendidik keagamaan, khususnya dari kalangan Nasrani di sejumlah sekolah dan kampus di Provinsi Jambi.

Aliansi menilai pemerintah daerah perlu memastikan pemerataan tenaga pengajar, fasilitas penunjang, serta kebijakan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh kelompok masyarakat tanpa diskriminasi.

Di sektor kesehatan, massa aksi turut menyoroti pelayanan publik di sejumlah rumah sakit umum daerah yang dinilai masih jauh dari harapan masyarakat.
‎Keluhan terkait administrasi yang berbelit, lambannya penanganan pasien hingga buruknya pelayanan terhadap masyarakat kecil disebut masih kerap terjadi.

Karena itu, Aliansi meminta Pemerintah Provinsi Jambi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan rumah sakit umum daerah agar pelayanan kesehatan berjalan cepat, manusiawi dan tidak mempersulit masyarakat.

Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional dan refleksi Reformasi 1998 tersebut, Aliansi Cipayung Jambi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu demokrasi, keadilan sosial, transparansi pemerintahan, pendidikan dan pelayanan publik di Provinsi Jambi. (*)

Pos terkait