5 Hari Berlalu, Misteri Kematian Sutrimo di Halaman Klinik Kecantikan Jakarta Selatan Belum Terungkap

Misteri Kematian Sutrimo Masih Didalami

Kematian Sutrimo hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya. Korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026) pagi.

Sutrimo kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Meski peristiwa terjadi pada Kamis, informasi mengenai kematian Sutrimo baru ramai diperbincangkan tiga hari kemudian, tepatnya pada Minggu (26/7/2026) melalui pesan berantai di WhatsApp dan media sosial.

Dalam foto yang beredar, Sutrimo tampak ditemukan dalam kondisi mulut berbusa dan diselimuti kain berwarna biru.

Namun demikian, polisi menyatakan tidak menemukan racun di klinik tersebut saat melakukan olah TKP.

Hingga kini, kepolisian juga belum dapat memastikan penyebab pasti kematian Sutrimo. Polisi belum bisa menyimpulkan apakah korban meninggal dunia akibat tindak pidana atau penyebab lainnya.

Baca Juga :  Mensesneg: Jaksa Agung Belum Usulkan Nama Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah ke Prabowo

Berdasarkan informasi yang beredar di grup wartawan dan media sosial, Sutrimo disebut merupakan kepala rumah tangga (karumtang) di rumah dinas eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Saat dikonfirmasi mengenai informasi tersebut, pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman.

“Masih didalami,” ujar Budi.

Polisi Buka Peluang Lakukan Ekshumasi

Polisi masih mendalami sejumlah kejanggalan yang ditemukan dalam kasus kematian Sutrimo. Penyidik juga tengah mengupayakan pemeriksaan kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

Budi meminta pihak keluarga korban untuk bersikap kooperatif dan membuat laporan kepolisian apabila merasa terdapat kejanggalan dalam peristiwa tersebut. Langkah itu dinilai akan mempermudah proses penyelidikan yang dilakukan aparat penegak hukum.

“Kita juga memberi ruang kepada keluarga korban yang masih dalam kondisi berduka. Dan kita juga memberikan imbauan apabila memang keluarga korban merasa ada kejanggalan terhadap meninggalnya Saudara S, ini bisa membuat laporan kepada Polda Metro Jaya dan pro justitia-nya lebih tepat, lebih enak untuk kita melakukan pendalaman,” ucapnya.

Baca Juga :  Pria di Koja Jakarta Utara Dibacok Komplotan Begal, Korban Alami Luka Parah dan Dirawat Intensif

Apabila penyelidikan nantinya membutuhkan pembuktian medis yang lebih mendalam, kepolisian tidak menutup kemungkinan akan melakukan ekshumasi atau penggalian makam terhadap jenazah Sutrimo.

Ekshumasi itu dilakukan nanti apabila untuk menentukan, kita mencari tahu akibat kematian seseorang. Nah, ini kan ada tahapan-tahapan. Maka tahapannya nanti itu sudah tahap akhir, nanti akan dilakukan ekshumasi,” jelasnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti kematian Sutrimo masih menjadi misteri dan penyidik terus mengumpulkan berbagai alat bukti guna mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.

Pos terkait