Warga Usulkan Jalur Pendakian Gunung Merapi Dibuka, Setiap 3 Pendaki Wajib Didampingi Guide

BOYOLALI – Warga lereng Gunung Merapi mengusulkan agar jalur pendakian resmi dari sisi utara kembali dibuka dengan penerapan pengawasan yang lebih ketat. Salah satu skema yang diajukan adalah mewajibkan setiap tiga pendaki didampingi satu orang pemandu atau guide.

Usulan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali bersama Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), serta sejumlah pemangku kepentingan pada Kamis (16/7/2026).

Baca Juga :  Motif Penikaman Nus Kei di Maluku Tenggara Dipicu Dendam Lama di Jakarta

Warga menilai pembukaan jalur resmi dengan aturan yang jelas justru lebih efektif untuk mengendalikan aktivitas pendaki ilegal yang masih nekat mendaki Gunung Merapi meski statusnya masih berada pada Level III atau Siaga.

Setiap Tiga Pendaki Didampingi Satu Guide

Wakil Ketua Bara Meru, Bakat Setiawan, mengatakan pihaknya bersama masyarakat telah menyusun konsep pengelolaan pendakian yang dinilai dapat meningkatkan aspek keselamatan.

Dalam usulan tersebut, setiap tiga pendaki wajib didampingi satu orang guide. Selain itu, pendakian hanya diperbolehkan dimulai pada pukul 02.00 WIB.

Baca Juga :  Kasus Api Misterius di Sleman, Tim UGM Temukan Dugaan Anomali Bawah Tanah dan Endapan Rawa Purba

“Setiap tiga orang pendaki didampingi satu orang guide. Dengan sistem itu tidak ada cerita pendaki tercecer, sehingga potensi pendaki hilang bisa nol persen,” ujar Bakat, dikutip dari Tribun Solo, Kamis (16/7/2026).

Tak hanya itu, masyarakat juga mengusulkan agar batas akhir pendakian hanya sampai kawasan memorial di Pasar Bubrah. Pendaki tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan menuju puncak maupun area kawah Gunung Merapi.

Pos terkait