Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final terkait kesepakatan tersebut.
“Sejauh ini, Iran belum mencapai kesimpulan akhir mengenai kesepakatan tersebut,” kata Baghaei, dikutip dari AFP.
Sementara itu, kantor berita Tasnim menilai pernyataan Trump terkait kesepakatan dengan Iran perlu disikapi secara hati-hati.
Tasnim mencatat bahwa Trump telah berulang kali menyampaikan klaim serupa mengenai kesepakatan yang akan segera tercapai.
“Sampai Iran mengumumkan adanya potensi kesepahaman, setiap berita dari Trump tentang masalah ini harus dianggap sama dengan pesan-pesan sebelumnya,” tulis Tasnim.
Sempat Ancam Serangan Besar
Dalam beberapa pekan terakhir, Trump beberapa kali menunjukkan sikap yang berubah-ubah terkait Iran, mulai dari menyatakan optimisme terhadap peluang kesepakatan hingga mengeluarkan ancaman militer.
Pada Kamis pagi, Trump sempat menyatakan akan melancarkan serangan besar-besaran pada malam harinya dengan menargetkan infrastruktur minyak utama Iran. Langkah tersebut dinilai berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Namun hanya beberapa jam setelah pernyataan tersebut, Trump kembali mengubah sikapnya melalui unggahan di media sosial.
Ia menyebut poin-poin akhir kesepakatan telah disetujui oleh seluruh pihak yang terlibat, sehingga membuka peluang berakhirnya ketegangan antara Washington dan Teheran.





