TNI AD Tegaskan Pelibatan Tentara dalam Penanganan Begal Berdasarkan Permintaan Resmi Polrii

“Kehadiran personel TNI AD bersama Polri di wilayah rawan bertujuan memperkuat efek pencegahan, mempersempit ruang gerak pelaku kriminalitas dan meningkatkan rasa aman masyarakat,” lanjutnya.

Pelibatan TNI dalam Patroli Begal Tuai Perdebatan

Sebelumnya, pelibatan prajurit TNI dalam patroli penanganan begal sempat memunculkan perdebatan di tengah masyarakat.

Pemerintah menilai kehadiran TNI diperlukan untuk memperkuat rasa aman masyarakat. Namun, sejumlah pengamat berpendapat penanganan kriminalitas jalanan tetap menjadi ranah utama kepolisian.

Baca Juga :  Mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu Wafat di RSPAD, Keluarga dan Kerabat Berdatangan Melayat

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan penegakan hukum tetap menjadi tugas utama Polri.

Meski demikian, dalam konteks Operasi Militer Selain Perang (OMSP), TNI memiliki tugas membantu pemerintah daerah dan kepolisian apabila situasi keamanan membutuhkan penguatan kehadiran negara di lapangan.

“Dalam konteks OMSP, TNI juga memiliki tugas membantu pemerintah daerah dan membantu Polri sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, terutama ketika situasi keamanan dan ketertiban masyarakat memerlukan penguatan kehadiran negara di lapangan,” kata Rico saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (26/5/2026).

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Siaga 24 Jam di Titik Rawan

Menurut Rico, keterlibatan TNI di wilayah Kodam Jaya difokuskan pada patroli bersama, dukungan kewilayahan, serta memperkuat efek pencegahan agar masyarakat merasa lebih aman.

Ia juga menyebut arahan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terkait pembentukan Batalyon Teritorial diharapkan dapat membantu menekan potensi kriminalitas dan menjaga stabilitas wilayah.

Pos terkait