Hingga kini, Raja Vajiralongkorn yang berusia 73 tahun dan memiliki tujuh anak dari empat pernikahan belum mengumumkan sosok yang akan menjadi pewaris takhta kerajaan.
Meski demikian, sistem suksesi kerajaan Thailand selama ini lebih mengutamakan garis keturunan laki-laki.
Dikenal sebagai Pembela Hak Perempuan
Selain menjalankan peran penting dalam lingkungan kerajaan, Putri Bajrakitiyabha juga dikenal memiliki latar belakang akademis dan profesional yang kuat.
Ia merupakan jaksa dan diplomat terlatih yang menempuh pendidikan di Inggris, Thailand, dan Amerika Serikat.
Putri Bha meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Cornell dan pernah menjabat sebagai Duta Besar Thailand untuk Austria.
Dalam kunjungannya ke sekolah hukum di Amerika Serikat pada 2012, ia pernah menggambarkan perjalanan kariernya yang beragam.
“Saya bertanya ke diri sendiri sekarang, sebenarnya saya ini apa? Jaksa? Pengacara kriminal? Diplomat? Jawabannya adalah semuanya sekaligus. Bisa saya katakan saya ini hibrida,” ujarnya saat itu, seperti dikutip dari Cornell Chronicle.
Tak hanya aktif di bidang hukum dan diplomasi, Putri Bajrakitiyabha juga mengemban sejumlah posisi penting di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sebagian besar kiprahnya didedikasikan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, termasuk mendorong peningkatan fasilitas dan kesejahteraan bagi narapidana perempuan di lembaga pemasyarakatan.
Sebagai anggota keluarga kerajaan Thailand, kehidupannya berada di bawah aturan yang sangat ketat. Kerajaan Thailand juga dilindungi oleh undang-undang lese-majeste yang melarang berbagai bentuk kritik terhadap institusi kerajaan, dengan ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun untuk setiap dakwaan.





