Mengapa Terjadi Kelangkaan BBM di Sumatera? Ini Penjelasan Pengamat, DPR, dan Pertamina

Faktor Geopolitik Global Ikut Berpengaruh

Fahmy juga menilai kondisi geopolitik global dapat memengaruhi pasokan BBM nasional, termasuk ketegangan di kawasan Selat Hormuz akibat konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.

Menurutnya, gangguan di jalur pelayaran tersebut dapat memengaruhi distribusi minyak mentah dunia. Indonesia diketahui memperoleh sekitar 20 persen pasokan minyak melalui jalur tersebut.

“Kalau di situ terganggu, maka ada kekurangan 20 persen tadi,” kata Fahmy.

Ia menambahkan, dalam situasi keterbatasan pasokan, pemenuhan kebutuhan di Pulau Jawa cenderung menjadi prioritas karena tingginya tingkat konsumsi dan aktivitas ekonomi.

“Kalau harus terpaksa terjadi kelangkaan, itu biasanya terjadi di luar Jawa, karena untuk menghindari sorotan tajam dan sebagainya. Ini mengindikasikan bahwa kelangkaan stok nasional ini kembali terulang akibat terjadi perang Hormuz tadi,” jelasnya.

Baca Juga :  Bahlil Pastikan Krisis Energi Indonesia Sudah Terlewati

Pertamina Tambah Armada Distribusi

Sebagai langkah penanganan, PT Pertamina menambah 15 unit mobil tangki untuk meningkatkan kapasitas distribusi BBM dari terminal ke SPBU.

Selain itu, Pertamina juga mengerahkan 30 awak mobil tangki tambahan serta memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang mengalami kekurangan pasokan.

“Pertamina terus melakukan penyesuaian pola penyaluran dan memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan pasokan agar layanan kepada masyarakat tetap terjaga,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw.

Baca Juga :  Pemkab Malang Ajukan Perbaikan 3 Ruas Jalan Lewat Program IJD, Total Anggaran Capai Rp135 Miliar

Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, Sunardi, memastikan stok BBM di Fuel Terminal Medan masih dalam kondisi aman.

“Posisinya sekarang di FT Medan khususnya, kondisinya sangat aman. Pertalite ada 16 hari, kemudian untuk Biosolar itu tujuh hari namun kapal hari ini masuk. Kemudian untuk Pertalite besok ada kapal 32.000 KL masuk,” kata Sunardi.

Pertamina berharap penambahan armada dan penyesuaian distribusi dapat mempercepat normalisasi pasokan BBM di berbagai wilayah Sumatera dalam beberapa hari ke depan.

Pos terkait