Selain mencatatkan hattrick perdana di Piala Dunia, Messi juga mengukir rekor lain sebagai pencetak hattrick tertua dalam sejarah turnamen tersebut.
Saat menghadapi Aljazair, usia Messi tercatat 38 tahun 357 hari. Pada 24 Juni mendatang, ia akan merayakan ulang tahunnya yang ke-39.
“Saya tidak mungkin memulai (turnamen) dengan lebih baik, jadi saya senang, dan saya tidak membutuhkan apa pun selain bersama mereka, bersama ruang ganti ini,” tuturnya.
Messi juga memuji kekompakan skuad Argentina yang dinilainya menjadi salah satu kekuatan utama Albiceleste di Piala Dunia 2026.
“Ruang ganti ini sangat, sangat, sangat kuat. Semuanya baik-baik saja,” katanya.
Kemenangan Penting di Laga Perdana
Meski menang meyakinkan, Messi menilai pertandingan pertama di Piala Dunia selalu menghadirkan tantangan tersendiri.
Ia mengingat kembali pengalaman Argentina pada Piala Dunia 2022 ketika harus mengawali turnamen dengan kekalahan dari Arab Saudi.
“Saya merasa sangat baik. Hari ini kami cukup beruntung memenangkan pertandingan yang sulit. Penting untuk memulai dengan memenangkan pertandingan pertama. Bermain tidak pernah mudah,” ujar Messi.
Menurutnya, Aljazair mampu memberikan perlawanan yang menyulitkan Argentina, terutama pada babak pertama.
“Pertandingan pertama Piala Dunia menyulitkan kami di babak pertama, tetapi untungnya kami berhasil melewatinya, dan di babak kedua kami membuat perbedaan yang penting,” lanjutnya.
Messi Terharu Dukungan Suporter Argentina
Atmosfer Stadion Kansas City juga menjadi sorotan dalam pertandingan tersebut. Ribuan pendukung Argentina yang memadati stadion beberapa kali meneriakkan nama Messi sepanjang laga.





