Kedalaman Skuad Jadi Senjata Argentina, Mampukah La Albiceleste Pertahankan Gelar Piala Dunia?

Rotasi Jadi Modal Memasuki Babak Gugur

Persaingan di fase gugur diperkirakan akan berlangsung jauh lebih ketat dibanding fase grup. Karena itu, memiliki hampir seluruh pemain dalam kondisi siap bertanding menjadi keuntungan tersendiri apabila tim harus menghadapi cedera maupun akumulasi kartu.

Salah satu pemain yang mendapat waktu istirahat adalah kapten Lionel Messi. Penyerang berusia 39 tahun itu baru dimainkan pada menit ke-60 menggantikan Lautaro Martinez.

Meski hanya tampil sekitar 30 menit, Messi kembali menunjukkan kualitasnya.

Ia mencetak gol melalui tendangan bebas pada menit ke-80 dan menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mampu mencetak gol dalam tujuh pertandingan Piala Dunia secara beruntun.

Baca Juga :  Persib dan Persija Hadapi Ujian Berat di Sumatra, Mampukah Amankan Poin Penuh?

Gol tersebut juga mengantarkan Messi memimpin daftar top skor sementara Piala Dunia 2026 dengan koleksi enam gol.

Tak Hanya Bergantung kepada Messi

Kekuatan Argentina pada turnamen kali ini tidak hanya bertumpu pada Lionel Messi.

Dalam kemenangan atas Yordania, dua gol lainnya dicetak Giovani Lo Celso dan Lautaro Martinez. Hal itu menunjukkan ancaman La Albiceleste datang dari berbagai lini.

Baca Juga :  Lamine Yamal Tunjukkan Dedikasi Tinggi dalam Pemulihan Cedera Demi Piala Dunia 2026

Hingga fase grup berakhir, Argentina menjadi satu dari tiga tim yang berhasil meraih poin sempurna bersama Perancis dan Meksiko.

Selanjutnya, Argentina akan menghadapi debutan Cape Verde pada babak 32 besar yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (4/7/2026) pukul 05.00 WIB.

Dengan kedalaman skuad yang merata, rotasi pemain yang berjalan efektif, serta performa impresif Lionel Messi, Argentina memasuki fase gugur dengan modal yang sangat positif dalam upaya mempertahankan gelar juara Piala Dunia.

Pos terkait