Risiko Besar di Tengah Mobilitas Piala Dunia
Dari sisi medis, situasi ini dinilai berisiko tinggi mengingat tingginya mobilitas manusia selama ajang berlangsung.
Dr. Andres Henao menyoroti potensi penyebaran penyakit akibat pergerakan jutaan orang selama lima minggu turnamen.
Ia menjelaskan bahwa pembatasan perjalanan dan pemeriksaan ketat telah diterapkan di sejumlah negara, termasuk pembatasan bagi pelaku perjalanan dari wilayah terdampak dalam 21 hari terakhir.
“Jutaan penggemar akan tiba melalui berbagai bandara dan akan memadati stadion, hotel, bar, dan transportasi umum selama lima minggu,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat Piala Dunia 2026 menjadi situasi dengan potensi risiko kesehatan global yang tinggi, meski wabah besar jarang terjadi dalam ajang olahraga berskala besar.
“Acara berskala sebesar ini jarang menyebabkan wabah besar, tetapi memang menciptakan peluang terjadinya wabah dan menguji sistem kesehatan,” pungkasnya.





