FIFPro Tuntut Reformasi Tata Kelola FIFA
Dalam pernyataannya, FIFPro menegaskan bahwa pembatalan proposal FFE tidak serta-merta menghilangkan persoalan yang muncul selama proses penyusunannya.
Organisasi tersebut menilai reformasi tata kelola di tubuh FIFA kini menjadi kebutuhan yang mendesak.
“Pembatalan FFE mencegah pengambilan keputusan yang tidak dapat diubah kembali. Namun, langkah itu tidak memulihkan kepercayaan yang memungkinkan munculnya proposal semacam itu sejak awal. Kepercayaan tersebut kini telah rusak secara mendasar.”
FIFPro juga menegaskan bahwa kepercayaan tidak akan pulih hanya melalui pernyataan resmi, evaluasi internal, maupun janji perbaikan prosedur.
“Kepercayaan itu tidak dapat dipulihkan melalui pernyataan yang disusun dengan hati-hati, tinjauan internal, ataupun janji untuk memperbaiki proses. Hal itu juga tidak dapat dipulihkan hanya dengan mengumumkan reformasi tata kelola dan struktural yang seharusnya sudah ada sejak lama.”
Menurut FIFPro, reformasi memang menjadi langkah yang wajib dilakukan untuk masa depan organisasi, tetapi tidak menghapus persoalan yang telah terjadi.
Organisasi tersebut juga menegaskan para pemain bukanlah pihak yang menyebabkan munculnya krisis tersebut.
“Para pemain bukanlah pihak yang menciptakan krisis ini. Mereka akan mendesak agar sepak bola bangkit dari krisis ini dengan institusi yang lebih kuat, mekanisme perlindungan yang lebih kokoh, serta kepemimpinan yang layak mendapatkan kepercayaan sebagaimana dituntut oleh olahraga ini.”





