Dua Orang Tewas Diterkam Harimau Sumatera di Pelalawan, BBKSDA Sebut Lokasi HTI Merupakan Habitat Satwa Dilindungi

Korban Kedua Diserang Tiga Hari Kemudian

Tiga hari setelah insiden pertama, harimau kembali menyerang manusia di area yang sama. Korban kedua, Eko Prasetyo (29), merupakan seorang karyawan perusahaan yang bekerja di camp lain.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BBKSDA Riau, Laskar Jaya Permana, mengatakan jarak antara lokasi kejadian pertama dan kedua sekitar 6,5 kilometer.

“Jarak camp kejadian pertama dengan camp kedua, itu sekitar 6,5 kilometer,” ujar Laskar saat diwawancarai Kompas.com, Senin (13/7/2026).

Menurut Laskar, Eko keluar dari camp sekitar pukul 19.15 WIB untuk mencari sinyal telepon genggam. Namun hingga tengah malam, korban tidak kembali.

Petugas BBKSDA Riau bersama pekerja perusahaan kemudian melakukan pencarian hingga dini hari. Pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 06.30 WIB, korban ditemukan sekitar 650 meter dari lokasi terakhir.

Baca Juga :  Istana Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tidak Akan Dihentikan, Ini Alasannya

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka gigitan di bagian leher, kedua kaki, dan sebagian tubuh yang telah dimakan harimau.

Saat ini, BBKSDA Riau telah memasang dua kandang perangkap dan enam unit kamera trap untuk memantau pergerakan satwa tersebut.

“Di situ diperkirakan lebih dari satu individu. Tapi, tim belum bisa memastikan apakah kedua korban diserang oleh harimau yang sama,” kata Laskar.

BBKSDA: Lokasi HTI Merupakan Wilayah Jelajah Harimau Sumatera

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, sebelumnya menyatakan bahwa lokasi kejadian merupakan habitat alami harimau sumatera. Kawasan tersebut berada di lanskap Semenanjung Kampar yang diketahui menjadi wilayah jelajah satwa dilindungi itu.

Baca Juga :  DPR Soroti Tiga Peserta SPPI Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia, Minta Evaluasi Total Program

“Berdasarkan hasil pemetaan tim BBKSDA Riau, kejadian serangan itu memang habitat harimau,” kata Supartono saat diwawancarai Kompas.com, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, lokasi kejadian berjarak sekitar 5,3 kilometer dari Taman Nasional Zamrud dan sekitar 5,7 kilometer dari kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER).

“Lokasi kejadian ini merupakan lanskap Semenanjung Kampar, memang wilayah jelajahnya harimau sumatera, yang terdapat beberapa individu,” sebut Supartono.

BBKSDA Riau masih terus melakukan pemantauan dan upaya penanganan untuk mencegah terjadinya konflik serupa antara manusia dan harimau sumatera di kawasan tersebut.

Pos terkait