Minta Pengamanan Penerbangan Diperkuat
Amelia menegaskan transportasi udara merupakan moda transportasi yang sangat vital bagi masyarakat di wilayah pegunungan Papua.
Karena itu, ia mendorong TNI untuk memprioritaskan penyelamatan dan evakuasi korban, sekaligus memperkuat pengamanan lokasi kejadian bersama Polri.
Selain itu, ia meminta penguatan intelijen dilakukan sebelum setiap penerbangan menuju wilayah rawan agar potensi ancaman dapat diantisipasi lebih dini.
“Menjamin keberlangsungan penerbangan perintis, karena jika penerbangan berhenti, masyarakat di pedalaman akan mengalami kesulitan memperoleh bahan makanan, layanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan pokok lainnya,” jelas Amelia.
Ia menambahkan, keamanan penerbangan di Papua tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan, tetapi juga menyangkut ketahanan nasional.
“Insiden ini juga menjadi pengingat bahwa keamanan udara di Papua bukan hanya isu pertahanan, tetapi juga isu ketahanan nasional. Ketika pesawat perintis tidak lagi aman beroperasi, yang terdampak bukan hanya aparat negara, melainkan ribuan warga yang bergantung sepenuhnya pada transportasi udara,” imbuhnya.
Pilot Tewas, Tujuh Penumpang Selamat
Sebelumnya, pesawat AMA PK RCY dibakar dalam insiden yang terjadi di lapangan terbang Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Kamis (2/7/2026) pagi.
Pesawat tersebut tengah melayani penerbangan perintis dari Bandara Wamena menuju Lapter Balinggama.
Dalam peristiwa itu, pilot pesawat, Nicholas F. Gosselin, warga negara Amerika Serikat, meninggal dunia.
Sementara itu, tujuh penumpang dilaporkan selamat. Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan seluruh penumpang merupakan warga asli Papua dan telah kembali ke rumah masing-masing.
“Ketujuh penumpang ini semuanya warga lokal (asli Papua) dan sudah kembali ke rumahnya masing-masing,” ujar Lucky usai proses evakuasi jenazah pilot di RST Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.





