Berdasarkan keterangan warga sekitar, sebelum berangkat membeli lilin ke kios, korban sempat membakar sandal karet untuk digunakan sebagai penerangan sementara di dalam rumah.
“Dugaan sementara, titik api berasal dari sandal karet yang dibakar korban untuk dijadikan penerangan saat listrik padam,” ujar Sholeh.
Menurutnya, api dengan cepat membesar karena titik kebakaran berada di sisi selatan bangunan yang sebagian besar menggunakan material kayu.
Akibat kejadian tersebut, rumah berukuran sekitar 9 meter x 10 meter mengalami kerusakan parah. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa itu.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun, kerugian material yang dialami korban diperkirakan mencapai sekitar Rp 100 juta,” pungkasnya.





