Warga Gotong Royong Bersihkan Rumah
Setelah genangan mulai surut, warga langsung melakukan pembersihan di lingkungan masing-masing.
Pantauan di lokasi menunjukkan warga menguras sisa air yang masih menggenang, membersihkan lumpur, serta menjemur berbagai barang yang terdampak banjir.
Sri bersama anak dan menantunya terlihat menjemur karpet di pagar rumah agar cepat kering.
Sementara itu, berbagai perabot rumah tangga dipindahkan dari dalam rumah untuk dibersihkan dan dikeringkan. Warga lainnya juga tampak menata kembali barang-barang yang sebelumnya terendam air.
Aktivitas Warga Terganggu Akibat Banjir
Dampak banjir juga dirasakan warga di kawasan Jalan Danau Sentarum, Kelurahan Sungai Bangkong.
Genangan air yang masuk ke rumah warga di wilayah tersebut dilaporkan mencapai ketinggian sekitar setengah meter.
Salah seorang warga Gang Cahaya Baru, Iyan, mengaku kesulitan berangkat bekerja karena sepeda motornya mogok setelah terendam banjir.
“Di dalam rumah setengah betis saya, keluarkan motor pun harus dorong karena motor mogok terkena banjir,” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, Iyan harus mendorong kendaraannya ke bengkel sebelum dapat melanjutkan aktivitas.
Ketua RT 02/RW 38 Gang Danau Asri, Izhar, menilai banjir dipicu oleh tingginya curah hujan yang berlangsung sepanjang malam serta pasangnya air Sungai Kapuas.
“Karena hujan kemarin malam lama sampai subuh, ditambah musim air Sungai Kapuas pasang,” katanya.
BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob hingga 20 Juni
Meski genangan mulai surut, warga masih diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengeluarkan peringatan terkait potensi banjir pesisir atau rob di wilayah Kota Pontianak hingga 20 Juni 2026.
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, Risa Yulisma, menjelaskan bahwa fenomena bulan baru pada 15 Juni 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum di wilayah pesisir Kalimantan Barat.
“Kami menyampaikan bahwa adanya fenomena bulan baru pada tanggal 15 Juni 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum di wilayah pesisir Kalimantan Barat,” ujar Risa.
BMKG memperkirakan pasang harian maksimum di Kota Pontianak dapat mencapai 1,9 hingga 2 meter.
“Kemudian untuk potensi kejadian banjir pesisir atau banjir rob di wilayah Kota Pontianak itu diperkirakan berpotensi terjadi pada tanggal 15 sampai dengan 20 Juni 2026 dengan pasang harian maksimum setinggi 1,9 hingga 2 meter,” jelasnya.
Warga berharap kondisi cuaca segera membaik dan banjir tidak kembali terjadi sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.





