Ledakan Gudang Amunisi Madiun, Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka Serda Hengki Noto Susanto

MADIUN – Karangan bunga ucapan duka cita berjejer di kediaman Serda Hengki Noto Susanto, prajurit TNI yang gugur dalam insiden ledakan di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Jumat (17/7/2026), karangan bunga tersebut dikirim oleh sejumlah pejabat TNI, rumah sakit, hingga perbankan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.

Karangan bunga di antaranya berasal dari Kepala Pusat Peralatan TNI AD (Kapuspalad) Mayjen TNI Haripto Seno Budi, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, serta Komandan Gupusmu II Puspalad Letkol Cpl Taufiq Turochman.

Ucapan belasungkawa juga datang dari Karumkit TK IV 05.07.01 Madiun Mayor CKM (K) dr Setia Dewi dan BRI KCP Caruban.

Baca Juga :  Residivis Penipuan di Surabaya Kembali Didakwa, Kasus Investasi BBN Kendaraan Diduga Rugikan Korban Rp18 Miliar

Suasana duka masih terasa di rumah almarhum yang berada di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Bendera putih bertuliskan Laa Ilaaha Illallah masih terpasang di akses menuju rumah duka, sementara tenda untuk para pelayat masih berdiri di halaman depan.

Kakak kandung almarhum, Hendri Siswo Susanto, mengenang Serda Hengki sebagai pribadi yang sederhana, sopan, dan taat beribadah.

“(Orangnya) baik, sopan, soal agama, agamis, taat ibadah,” ujar Hendri.

Pernah Bertugas di Papua Selama Hampir 15 Tahun

Sebelum bertugas di Madiun, Serda Hengki diketahui menjalani penugasan di Timika, Papua, selama hampir 15 tahun.

Baca Juga :  Jenazah Pilot Pesawat AMA yang Ditembak di Yahukimo Dievakuasi ke Timika

Menurut Hendri, adiknya baru sekitar dua tahun terakhir ditempatkan di Gupusmu II Puspalad.

“Kurang lebih dua tahun,” tutur Hendri.

Ia menambahkan, komunikasi terakhir dengan Serda Hengki dilakukan melalui telepon seluler. Sementara itu, pertemuan terakhir almarhum dengan sang ibu terjadi tiga hari sebelum peristiwa ledakan.

Serda Hengki meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.

Sebelumnya, ledakan terjadi di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II Puspalad di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Dalam insiden tersebut, Serda Hengki Noto Susanto gugur saat menjalankan tugas. Selain itu, enam prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Caruban.

Pos terkait