PT KAI Buka Suara soal Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Fokus Evakuasi Korban

JakartaPT Kereta Api Indonesia (KAI) akhirnya angkat bicara terkait insiden tabrakan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4).

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa telah terjadi insiden operasional di wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta yang berdampak pada perjalanan kereta api.

“Kami memahami situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelanggan dan keluarga yang menunggu kabar,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Anne menegaskan, saat ini seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak kereta, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan keselamatan sebagai prioritas utama.

Baca Juga :  Harga Emas Anjlok 6,3 Persen, Inflasi AS dan Kebijakan The Fed Jadi Sorotan

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini,” katanya.

Ia menambahkan, fokus KAI saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait di lapangan.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” ujarnya.

KAI memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan insiden tersebut.

Baca Juga :  Bank Dunia: Kelas Menengah Indonesia Kian Menyusut, Kerja Keras Belum Menjamin Naik Kelas Ekonomi

Sebelumnya, KAI Daerah Operasi 1 Jakarta mengungkapkan bahwa gangguan perjalanan kereta terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, tepatnya di KM 28+920 pada Senin (27/4) pukul 20.52 WIB.

Gangguan itu disebabkan oleh peristiwa tertempernya rangkaian PLB 5568A (CL KPB-CKR) oleh PLB 4B, yakni KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi, di lokasi kejadian. Insiden tersebut berdampak langsung pada operasional perjalanan kereta api di lintas tersebut.

Pos terkait