Sementara itu, untuk perjalanan dari Stasiun JIS, KAI telah menyiapkan Peron 1 yang melayani penumpang dengan tujuan Stasiun Ancol, Kampung Bandan, hingga Jakarta Kota.
Integrasi dengan Kawasan Ancol dan JIS
Anne Purba menjelaskan bahwa pengoperasian Stasiun JIS berkaitan dengan kebutuhan transportasi publik yang terhubung langsung dengan kawasan aktivitas massal.
Sebagai stadion berkapasitas besar, JIS membutuhkan dukungan akses transportasi berbasis rel agar mobilitas penumpang lebih tertib, terencana, dan mudah dijangkau.
Dalam kesempatan yang sama, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk juga meresmikan Gerbang Ancol–JIS, akses baru yang menghubungkan kawasan wisata Ancol dengan JIS.
Akses tersebut terhubung dengan JPO Bersama BTN sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank BTN, Stasiun KRL Jakarta International Stadium (JIS), serta kawasan wisata Ancol.
Dengan integrasi tersebut, masyarakat kini memiliki alternatif akses menuju kawasan JIS dan Ancol menggunakan transportasi umum, khususnya KRL.
Tren Pengguna KRL Tanjung Priok Meningkat
Berdasarkan data KAI, layanan Commuter Line lintas Tanjung Priok menunjukkan tren peningkatan jumlah penumpang dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2022 tercatat 1,59 juta pelanggan, meningkat menjadi 2,67 juta pada 2023, lalu 3,37 juta pada 2024, dan mencapai 3,53 juta pelanggan pada 2025. Sementara itu, pada periode Januari–Mei 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 1,47 juta.
“Kami optimistis fasilitas ini akan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, mengoptimalkan penggunaan transportasi publik, serta menciptakan potensi pergerakan ekonomi dan pariwisata baru di kawasan Jakarta Utara,” kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis dalam keterangan terpisah.





