Kopdes Merah Putih Jadi Pusat Layanan Ekonomi Desa
Prabowo menjelaskan, koperasi desa nantinya juga akan dimanfaatkan sebagai saluran distribusi berbagai barang bersubsidi agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
“Dan akhirnya muncul lagi bahwa, ‘oh ya pupuk bersubsidi bisa di koperasi’. Kemudian gas tabung-tabung gas itu bisa di koperasi. Kemudian hampir semua barang-barang subsidi bisa kita salurkan melalui koperasi supaya tidak diselewengkan,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, dalam pembahasan bersama jajaran kabinet sempat muncul usulan agar program tersebut diuji coba di sekitar 100 lokasi terlebih dahulu selama dua tahun.
Namun, usulan itu ditolaknya karena menilai masyarakat desa membutuhkan solusi yang lebih cepat.
“Ada 81.000 desa dan kelurahan, rakyat itu suruh nunggu 8 tahun? Saya tidak mau. Saya bertanggung jawab kepada rakyat saya. Saya memilih jalan yang berani, jalan yang tegas, jalan yang besar tapi terukur dan terjangkau oleh kita, dan itu yang sedang kita laksanakan saudara-saudara sekalian!” kata Prabowo.
Presiden juga menyampaikan bahwa saat ini telah terbentuk sekitar 12.000 Kopdes Merah Putih. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 unit telah beroperasi dan dalam waktu dekat ditargetkan bertambah menjadi sekitar 5.000 hingga 6.000 unit.
Ke depan, Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang menyediakan toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa, hingga gudang penyimpanan hasil pertanian dan perikanan.
“Kita proyeksikan KDKMP bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat sebesar 223 triliun tiap tahun akan beredar di desa-desa. Tidak keluar, akan beredar di desa-desa. Nanti akan ada pendapatan produsen yang juga meningkat sebesar 202 triliun di petani peternak dan nelayan,” ujar Prabowo.





