Brasil vs Maroko: Singa Atlas Tak Gentar Hadapi Juara Dunia Lima Kali

Status Brasil sebagai pemilik lima gelar juara dunia tidak membuat Maroko kehilangan kepercayaan diri. Singa Atlas menegaskan siap menghadapi laga pembuka Piala Dunia 2026 tanpa rasa takut.

Maroko akan memulai perjuangannya di Grup C Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Brasil di Stadion New York New Jersey pada Sabtu (13/6/2026) waktu setempat atau Minggu pukul 05.00 WIB.

Tim asal Afrika Utara tersebut datang ke turnamen dengan reputasi yang terus meningkat sejak mencatat sejarah pada Piala Dunia 2022 di Qatar.

Empat tahun lalu, Maroko menjadi negara Afrika dan Arab pertama yang mampu menembus babak semifinal Piala Dunia. Dalam perjalanan tersebut, Singa Atlas berhasil menyingkirkan Spanyol dan Portugal sebelum langkah mereka terhenti di empat besar.

Baca Juga :  Harry Kane Kenang Penalti Gagal di Piala Dunia 2022, Jadi Motivasi Menuju Piala Dunia 2026

Kini, Maroko tidak lagi dipandang sebagai tim kejutan. Tim besutan Mohamed Ouahbi memasuki Piala Dunia 2026 dengan status peringkat ketujuh dunia, hanya terpaut satu tingkat dari Brasil yang berada di posisi keenam.

Hormati Brasil, tetapi Tidak Takut

Mohamed Ouahbi yang ditunjuk menggantikan Walid Regragui pada Maret lalu menilai laga melawan Brasil akan menjadi tolok ukur penting untuk mengetahui sejauh mana perkembangan timnya.

“Kami menghadapi pertandingan yang akan menunjukkan posisi kami saat ini, tetapi saya pikir kami berada dalam kondisi yang baik untuk memulai kompetisi ini,” kata Ouahbi.

Baca Juga :  Final Liga Champions: Arteta Ungkap Pelajaran dari PSG Jadi Modal Arsenal di Budapest

“Kami harus percaya diri terhadap diri kami sendiri dan terhadap apa yang telah kami lakukan.”

“Kami tidak boleh takut kepada Brasil, tetapi harus menghormati mereka. Banyak orang mengatakan ini bukan Brasil seperti dulu, tetapi mereka tetaplah Brasil,” ujar Ouahbi seperti dikutip dari AFP.

Menurutnya, pencapaian bersejarah di Qatar telah mengubah pandangan dunia terhadap tim nasional Maroko.

“Kami tidak takut. Kami telah memasuki dimensi baru dan kami jauh lebih dihormati.”

“Target kami sekarang adalah mencoba mempertahankan hal itu dan semuanya bergantung kepada kami untuk menjadi penantang gelar,” lanjutnya.

Pos terkait