Armada Sampah Swasta Tak Bisa Masuk TPA Putri Cempo, 90 Persen Sampah Warga Mojosongo Belum Terangkut

SOLO – Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo berdampak pada pengangkutan sampah rumah tangga di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah.

Sebagian besar warga Mojosongo menggunakan jasa pengangkutan sampah swasta. Namun, armada swasta saat ini belum diperbolehkan masuk ke TPA Putri Cempo untuk membuang sampah.

Kondisi tersebut membuat pengangkutan sampah dari rumah warga belum berjalan maksimal. Padahal, warga membayar secara mandiri jasa petugas untuk mengangkut sampah rumah tangga mereka.

Lurah Mojosongo Katarina Kartika mengatakan kondisi tersebut sangat berdampak terhadap pengelolaan sampah di wilayahnya.

Baca Juga :  Besok Pihak Nadiem Laporkan 4 Hakim Kasus Chromebook ke KY, Soroti Dugaan Pelanggaran Etik

“Dari warga belum bisa terambil maksimal. Karena kebanyakan Mojosongo ikut swasta. Mereka bayar petugas untuk mengambil sampah secara mandiri. Yang mandiri belum bisa masuk. Yang bisa masuk baru L-300 milik kelurahan,” kata Katarina dikutip dari Tribun Solo, Selasa (8/9/2026).

Hanya Armada L-300 yang Bisa Masuk TPA Putri Cempo

Keterbatasan pengangkutan sampah terjadi karena Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo masih membatasi jumlah armada yang dapat membuang sampah ke TPA Putri Cempo.

Saat ini, hanya armada Suzuki L-300 yang diperbolehkan membuang sampah ke TPA. Armada tersebut juga hanya mendapat kuota satu kali pembuangan dalam sehari.

Baca Juga :  Kasus Amma Investasi Nunukan Diusut, Polisi Periksa Belasan Korban dan Owner RAH

“Sangat terganggu karena Mojosongo wilayahnya paling luas. Kan cuma dibatasi satu armada L-300. Yang roda 3 belum bisa masuk. Cuma 1 rit jadi itu sangat-sangat berdampak,” jelas Katarina.

Menurut Katarina, kondisi tersebut semakin terasa karena Mojosongo merupakan wilayah yang luas dan banyak warganya mengandalkan jasa pengangkutan sampah swasta.

Akibat keterbatasan pengangkutan, hampir 90 persen sampah warga Mojosongo belum terangkut.

“Yang belum terambil Mojosongo ya hampir 90 persen,” ungkapnya.

Pos terkait