PURWAKARTA – Penyebab ledakan hebat yang menghancurkan sebuah toko material di Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, hingga Minggu (12/7/2026) masih belum diketahui.
Kepolisian menyatakan masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang akan dilakukan bersama Tim Gegana Satbrimob Polda Jawa Barat sebelum menyimpulkan penyebab pasti ledakan tersebut.
Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya mengatakan, penyebab ledakan belum dapat dipastikan karena proses penyelidikan masih berlangsung dan menunggu hasil pemeriksaan dari tim ahli.
“Kita belum bisa menentukan, nanti berdasarkan hasil olah TKP Satreskrim dan Tim Gegana Satbrimob Polda Jabar. Setelah selesai olah TKP nanti akan kami sampaikan,” ujar Dewa di lokasi kejadian, Minggu (12/7/2026).
Menurut Dewa, pelibatan Tim Gegana bertujuan memastikan sumber ledakan melalui pemeriksaan menyeluruh di lokasi kejadian. Hasil olah TKP nantinya akan menjadi dasar penyidik dalam mengungkap penyebab insiden tersebut.
Polisi Sterilkan Lokasi dan Periksa Saksi
Sembari menunggu proses olah TKP, polisi telah memasang garis polisi dan menutup akses menuju lokasi ledakan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah masyarakat mendekati area kejadian sekaligus menjaga keaslian barang bukti selama proses penyelidikan berlangsung.
Selain mengamankan lokasi, penyidik juga mulai memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar tempat kejadian saat ledakan terjadi. Keterangan para saksi akan dicocokkan dengan hasil olah TKP guna menyusun kronologi secara utuh.
Dalam insiden tersebut, polisi memastikan satu orang meninggal dunia. Korban diketahui merupakan pegawai toko material dan jenazahnya akan menjalani proses autopsi sebagai bagian dari penyelidikan.
“Peristiwa ini ada salah satu korban yang meninggal dunia, kami akan lakukan otopsi. Ada beberapa rumah alami kerusakan. Langkah awal pertama kita lakukan pengamanan TKP agar masyarakat tidak mendekati lokasi, antisipasi peristiwa lainnya untuk kesempurnaan proses olah TKP. Menunggu hasil, nanti setelah olah TKP akan kami sampaikan,” kata Dewa.





