Tips Aman Olahraga untuk Penderita Asma agar Terhindar dari Sesak Napas

Jakarta — Banyak penderita asma merasa khawatir gejala sesak napas akan kambuh saat berolahraga. Kekhawatiran tersebut membuat sebagian orang memilih menghindari aktivitas fisik sama sekali.

Padahal, jika mengetahui pemicu dan melakukan persiapan yang tepat, risiko sesak napas saat olahraga dapat diminimalkan.

Mengutip American Lung Association, penderita asma justru dianjurkan untuk tetap rutin berolahraga. Aktivitas fisik dinilai penting untuk membantu menjaga kesehatan paru-paru.

Olahraga dapat membantu meningkatkan kapasitas paru-paru sehingga tubuh mampu menyerap oksigen secara lebih maksimal. Selain itu, olahraga juga membantu melancarkan aliran darah ke paru-paru dan jantung yang berfungsi memompa oksigen ke seluruh tubuh.

Sebagian penderita asma biasanya mengalami gejala seperti sesak napas, dada terasa berat, mengi, atau batuk ketika berolahraga maupun melakukan aktivitas fisik berat.

Kondisi tersebut dikenal sebagai exercise-induced asthma atau bronkospasme akibat olahraga. Meski demikian, penderita asma tetap bisa menjalani aktivitas fisik selama mampu mengelola gejala dan melakukan persiapan dengan baik.

Dilansir dari Verywell Health, berikut beberapa tips olahraga yang aman untuk penderita asma.

Baca Juga :  KSOP Labuan Bajo Larang Aktivitas Wisata Bahari, Gelombang Laut Capai 2,1 Meter

1. Jangan Lewatkan Pemanasan

Pemanasan menjadi langkah penting sebelum mulai berolahraga. Selain membantu mencegah cedera, pemanasan juga dapat mengurangi risiko sesak napas saat aktivitas fisik meningkat.

Lakukan pemanasan sekitar 10 menit sebelum olahraga inti dimulai. Tujuannya agar detak jantung dan sistem pernapasan dapat menyesuaikan diri secara bertahap.

Pemanasan dapat dilakukan dengan peregangan, jalan santai, maupun gerakan ringan lainnya.

2. Pilih Olahraga dengan Interval Pendek

Olahraga yang membutuhkan daya tahan tinggi seperti maraton, hiking, futsal, sepak bola, badminton, atau aerobik tanpa jeda dapat memicu gejala asma pada sebagian orang.

Aktivitas tersebut membuat tubuh terus bergerak sehingga napas menjadi lebih berat. Karena itu, penderita asma sebaiknya tidak memaksakan diri berolahraga dalam durasi terlalu lama.

Berikan jeda untuk beristirahat dan mengatur napas selama berolahraga.

Sebagai alternatif, pilih olahraga dengan pola interval pendek seperti jalan cepat, berenang, bersepeda ringan, yoga, atau pilates.

3. Coba Latihan Strength Training

Latihan kekuatan atau strength training juga dapat menjadi pilihan olahraga yang aman bagi penderita asma.

Baca Juga :  8 Buah yang Mengandung Vitamin B untuk Bantu Menjaga Kesehatan Tubuh

Beberapa latihan seperti angkat beban, squat, plank, push up, maupun resistance band umumnya tidak terlalu membebani sistem pernapasan dibanding olahraga kardio berdurasi panjang.

Selain itu, latihan ini dilakukan dalam repetisi singkat disertai jeda sehingga tubuh tidak cepat kelelahan.

4. Hindari Pemicu Asma

Penderita asma perlu memperhatikan kondisi lingkungan saat berolahraga. Tempat dengan kualitas udara buruk atau tingkat polusi tinggi dapat memicu gangguan pernapasan dan meningkatkan risiko sesak.

Selain itu, udara yang terlalu dingin, kering, berdebu, maupun berasap juga dapat menjadi pemicu kambuhnya asma pada sebagian orang.

5. Selalu Bawa Inhaler atau Obat Asma

Gejala asma terkadang muncul secara tiba-tiba dan sulit diprediksi. Karena itu, penderita asma disarankan selalu membawa inhaler atau obat yang diresepkan dokter saat berolahraga.

Dengan begitu, inhaler dapat segera digunakan ketika gejala sesak napas atau tanda asma mulai muncul.

Yang paling penting, jangan abaikan sinyal tubuh saat mulai merasakan nyeri dada, batuk, atau sesak napas ketika berolahraga.

Pos terkait