Kericuhan dilaporkan sempat mereda, namun kembali pecah hingga tiga kali dalam kurun waktu sekitar 10 menit.
Akibat insiden itu, satu peserta aksi mengalami cedera kaki akibat terkilir, sementara seorang peserta perempuan harus mendapatkan perawatan medis karena diduga menghirup asap dari APAR.
Seorang anggota kepolisian juga dilaporkan terjatuh dan mengalami cedera pada bagian kaki hingga harus dibopong rekan-rekannya.
Situasi Kondusif Setelah Negosiasi
Kericuhan akhirnya mereda sekitar pukul 17.18 WIB setelah koordinator lapangan melakukan negosiasi dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung.
Setelah situasi terkendali, massa kembali membentuk barisan di depan mobil komando dan melanjutkan orasi untuk menenangkan peserta aksi.
Tuntutan Aksi PMII
Sebelumnya, Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar aksi bertajuk Evaluasi Total Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran.
Ketua Umum PB PMII, Muhammad Shofiyullah Cokro, menyebut sekitar 3.000 massa dari kalangan mahasiswa ikut dalam aksi tersebut.
PB PMII membawa lima tuntutan utama dalam demonstrasi tersebut, di antaranya penegakan amanat Pasal 33 UUD 1945, penguatan kemandirian ekonomi nasional, hingga evaluasi dan restrukturisasi kabinet.
Selain itu, mereka juga menuntut perbaikan tata kelola lembaga terkait dan peningkatan kesejahteraan guru.
Pihak kepolisian sebelumnya telah melakukan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar kawasan DPR RI dan mengimbau masyarakat untuk menghindari area tersebut guna mengantisipasi kemacetan.





